Jamaah haji dari berbagai negara mengunjungi Pasar Kakiyah, Makkah, Arab Saudi, Rabu (11/6/2025). Jamaah haji berbelanja aneka cendera mata khas haji di salah satu pasar terbesar di Makkah tersebut sebelum pulang ke negara masing-masing.

Oleh: Jurnalis Republika Fernan Rahadi dari Madinah, Arab Saudi
REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Direktur Jenderal (Dirjen) Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) RI Prof Jaenal Effendi menegaskan pelaksanaan ibadah haji tahun ini tidak hanya fokus pada kelancaran ibadah, tetapi juga pada penguatan ekonomi nasional. Ia pun mengapresiasi totalitas petugas haji dalam melayani jamaah.
Jaenal menjelaskan pemerintah saat ini tengah mengejar target yang disebut sebagai Tri Sukses Haji. Selain sukses secara ritual (ibadah), poin krusial lainnya adalah sukses ekosistem ekonomi haji.
"Harapan Bapak Presiden dan Bapak Menteri adalah agar ibadah haji memberikan nilai manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Indonesia," ujarnya saat meninjau layanan di Madinah, Kamis (7/5/2026) malam.
Menurut dia, pemanfaatan produk lokal Indonesia dalam penyelenggaraan haji tahun ini menunjukkan tren positif melalui beberapa pencapaian utama. Misalnya ekspor bumbu dan makanan ready to eat (RTE). Para eksportir Indonesia berhasil menyuplai bumbu autentik dan makanan siap saji ke Arab Saudi. Hal ini disambut antusias oleh jamaah yang tetap bisa menikmati cita rasa Nusantara.
Begitu pula platform oleh-oleh haji. Pemerintah sedang mematangkan platform khusus oleh-oleh haji agar perputaran ekonomi tetap mengalir ke Tanah Air. Bahkan, di setiap hotel jamaah tersedia area komersial yang menghadirkan produk UMKM seperti bakso, pempek, hingga soto.
sumber : MCH 2026

2 hours ago
7

















































