REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Industri penyelenggaraan acara di Indonesia memasuki fase transformasi baru seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi digital. Perubahan ini mendorong penyelenggara event meninggalkan proses manual menuju sistem yang lebih efisien, terukur, dan berorientasi pada pengalaman peserta.
Perubahan terlihat mulai dari registrasi peserta, pengelolaan tiket, hingga interaksi selama acara berlangsung. Teknologi seperti QR Code, RFID, dan sistem berbasis kecerdasan buatan kini banyak digunakan untuk menggantikan proses manual yang dinilai memakan waktu serta berisiko menimbulkan kesalahan operasional. Kebutuhan terhadap data akurat dan real-time turut mempercepat adopsi sistem digital di industri event.
Di saat yang sama, ekspektasi peserta terhadap sebuah acara ikut berubah. Peserta tidak lagi sekadar hadir, tetapi menginginkan pengalaman yang praktis, cepat, dan interaktif. Proses check-in tanpa antre panjang, akses informasi digital, hingga aktivitas interaktif selama acara menjadi standar baru yang mendorong penyelenggara terus berinovasi.
Seiring tren tersebut, perusahaan teknologi mulai berperan sebagai enabler transformasi industri event. Migunesia menjadi salah satu penyedia solusi digital yang menyediakan sistem terintegrasi untuk kebutuhan penyelenggaraan acara modern sejak berdiri pada 2020 di Kabupaten Tangerang, Banten.
Migunesia mengembangkan berbagai layanan mulai dari registrasi berbasis QR Code dan RFID, ticketing digital, photobooth berbasis AI, hingga game interaktif. Perusahaan ini juga menyediakan buku tamu digital, layanan live streaming, serta sistem distribusi souvenir yang dirancang untuk menyederhanakan operasional acara tanpa harus melibatkan banyak vendor berbeda.
Chief Executive Officer Migunesia Budi Irwan Firmansyah mengatakan, teknologi tidak lagi sekadar alat pendukung, melainkan faktor penentu kualitas penyelenggaraan event. “Bagi kami, kesuksesan event bukan hanya soal kelancaran, tapi tentang menciptakan pengalaman yang diingat lama setelah acara selesai,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).
Pemanfaatan teknologi turut membuka peluang baru bagi penyelenggara untuk mengelola acara secara lebih terukur. Sistem berbasis data memungkinkan pemantauan jumlah peserta, pengelolaan arus pengunjung, hingga evaluasi efektivitas acara secara lebih akurat dibanding metode konvensional.
Ke depan, integrasi sistem digital, otomatisasi, dan pengalaman berbasis teknologi diperkirakan menjadi standar baru industri event di Indonesia. Kolaborasi antara penyelenggara dan penyedia teknologi dinilai akan menentukan kemampuan industri menghadirkan acara yang efisien sekaligus relevan dengan kebutuhan peserta masa kini.

2 hours ago
9

















































