Ultimatum 48 Jam Trump tak Digubris, Analis Timteng: Iran tak Tunjukkan Tanda Menyerah

5 hours ago 6

Kerusakan akibat serangan balasan Iran ke Kota Dimona, lokasi fasilitas nuklir Israel, Sabtu (21/3/2026) malam

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran tidak menunjukkan tanda menyerah atau melemah dalam menghadapi ultimatum 48 jam Trump agar Teheran sepenuhnya membuka kembali Selat Hormuz. Demikian disampaikan Abas Aslani, peneliti senior di Pusat Studi Timur Tengah.

Analis Iran tersebut mengatakan kepada Aljazirah bahwa Teheran akan menanggapi ancaman Trump dengan serius dan menyesuaikan postur operasionalnya untuk menanggapi ancaman tersebut.

“Iran berusaha tidak hanya berjuang untuk bertahan hidup, tetapi juga mengubah ancaman langsung ini menjadi peluang strategis jangka panjang. Itulah mengapa Teheran tidak mungkin menyerah pada ultimatum yang ditetapkan oleh presiden Amerika,” katanya.

Aslani mengatakan bahwa beberapa pihak di Teheran menyebut Iran akan menanggung konsekuensinya jika AS melaksanakan ancamannya untuk menyerang pembangkit listrik negara tersebut. Konsekuensi itu adalah bagian dari perjuangan untuk membangun persamaan strategis demi menjamin keamanan jangka panjang.

"Saat ini, setiap tanda kemunduran dari Iran hanya akan diartikan sebagai 'tanda kelemahan; dari sudut pandang banyak orang di Iran, tambahnya.

Pemerintah di Teheran menyatakan akan menghancurkan secara permanen infrastruktur penting di seluruh Timur Tengah, termasuk sistem air vital, jika AS menindaklanjuti ancaman Donald Trump untuk menghancurkan pembangkit listrik Iran.

Saat rudal Iran menghantam dua kota di selatan Israel semalam, melukai puluhan orang, dan Teheran mengerahkan rudal jarak jauh untuk pertama kalinya, perkembangan tersebut menandakan potensi eskalasi perang yang berbahaya, yang kini memasuki minggu keempat, dengan kedua pihak mengancam fasilitas yang diandalkan oleh jutaan orang.

Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan pada Ahad bahwa infrastruktur vital di kawasan itu – termasuk fasilitas energi dan desalinasi – akan dianggap sebagai target yang sah dan akan dihancurkan secara permanen jika infrastruktur negaranya sendiri diserang.'

Read Entire Article
Politics | | | |