PPK Kemayoran Kembangkan Kawasan Bisnis dan Hunian Terintegrasi

1 hour ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kebutuhan kawasan terpadu yang menggabungkan fungsi bisnis, hunian, dan ruang publik terus meningkat di Jakarta. Keterbatasan lahan di pusat kota membuat pengembangan kawasan berskala besar menjadi semakin terbatas, sementara kebutuhan ruang ekonomi baru terus tumbuh.

Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPK Kemayoran) mulai mengembangkan kawasan Kemayoran sebagai area bisnis dan hunian terintegrasi di Jakarta Pusat. Kawasan seluas sekitar 450 hektare itu dinilai masih memiliki ruang pengembangan yang cukup besar dibanding sejumlah kawasan premium lain di ibu kota.

PPK Kemayoran mengembangkan konsep kawasan yang mengintegrasikan area hunian, perkantoran, fasilitas publik, hingga pusat kegiatan bisnis dan hiburan dalam satu wilayah. Model pengembangan mixed-use tersebut dinilai menjadi salah satu kebutuhan utama kawasan urban modern.

Saat ini, kawasan Kemayoran telah dilengkapi berbagai fasilitas seperti apartemen, hotel, restoran, lapangan golf, kawasan perkantoran, hingga Jakarta International Expo (JIEXPO) yang menjadi pusat kegiatan MICE nasional dan internasional. Aktivitas pameran dan event disebut menjadi salah satu penggerak ekonomi kawasan.

Selain itu, keberadaan Wisma Atlet memperkuat fungsi kawasan sebagai area hunian yang terhubung dengan pusat aktivitas bisnis dan komersial. Kondisi ini membuat Kemayoran mulai berkembang sebagai kawasan hidup atau livable district di tengah Jakarta.

PPK Kemayoran juga melakukan penguatan infrastruktur penunjang kawasan, mulai dari sistem keamanan, kebersihan, hingga penataan lingkungan. Pengawasan kawasan dilakukan secara terintegrasi dengan penempatan personel di sejumlah titik strategis.

Di tengah tingginya kepadatan Jakarta Pusat, kawasan Kemayoran juga mempertahankan ruang hijau dan area terbuka. Penataan lanskap dan penghijauan dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas lingkungan kawasan.

Direktur Utama PPK Kemayoran Teddy Robinson Siahaan mengatakan, kawasan Kemayoran memiliki potensi besar sebagai kawasan strategis di pusat kota.

“Kami melihat PPK Kemayoran memiliki keunggulan sebagai kawasan strategis di pusat kota dengan potensi pengembangan yang masih sangat besar,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Teddy menambahkan, penguatan konektivitas dan integrasi kawasan menjadi fokus pengembangan ke depan.

“Dengan konsep terintegrasi, penguatan, konektivitas, serta dukungan fasilitas yang telah berkembang, kami optimistis Kemayoran dapat menjadi kawasan premium baru yang sejajar dengan kawasan unggulan lainnya di Jakarta,” lanjutnya.

Dari sisi investasi, kawasan Kemayoran dinilai masih menawarkan harga lahan yang relatif kompetitif dibanding sejumlah kawasan premium yang sudah berkembang lebih matang. Hal itu dinilai membuka peluang pertumbuhan nilai aset dalam jangka panjang.

PPK Kemayoran merupakan Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Sekretariat Negara yang mengelola kawasan seluas 450 hektare di Kemayoran. Kawasan tersebut terdiri atas area hunian, perkantoran, niaga, dan ruang hijau.

Read Entire Article
Politics | | | |