UI GreenMetric 2026 Tambah Kategori Tata Kelola, Standar Kampus Berkelanjutan Diperkuat

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — UI GreenMetric Sustainable University Rankings meluncurkan rangkaian Regional Information Session 2026 yang berlangsung pada 19–27 Februari 2026. Inisiatif ini memperkuat kualitas, transparansi, dan kredibilitas pemeringkatan universitas berkelanjutan melalui penyempurnaan metodologi, termasuk penambahan kategori tata kelola dan digitalisasi serta penyesuaian timeline pelaporan data.

Kepala UI GreenMetric Vishnu Juwono mengatakan, penyempurnaan metodologi dan sistem pelaporan mencerminkan komitmen menjaga integritas dan relevansi standar keberlanjutan global.  Dia mengatakan, UI GreenMetric terus bertransformasi untuk memastikan bahwa pemeringkatan ini tidak hanya menjadi alat ukur, tetapi juga instrumen strategis yang membantu universitas memperkuat tata kelola, transparansi, dan dampak keberlanjutan mereka secara nyata.

“Penambahan kategori tata kelola dan digitalisasi mencerminkan kebutuhan global akan institusi pendidikan tinggi yang lebih akuntabel, adaptif, dan berbasis data,” ujar Vishnu, Jumat (20/2/2026).

Ia menambahkan, penyesuaian timeline pelaporan meningkatkan kualitas dan kredibilitas data yang disampaikan universitas peserta. “Kami memberikan rentang waktu yang lebih optimal agar universitas dapat melakukan proses pengumpulan, verifikasi, dan pelaporan data secara lebih komprehensif. Hal ini penting untuk memastikan bahwa hasil pemeringkatan mencerminkan kondisi dan kinerja keberlanjutan universitas secara akurat dan kredibel,” katanya.

Kepercayaan global terhadap UI GreenMetric terus meningkat. Pada 2025, sebanyak 1.745 universitas dari 105 negara berpartisipasi, sementara sesi informasi regional dihadiri lebih dari 1.150 universitas, dan pada 2026 ditargetkan melibatkan 1.500 hingga 2.000 perwakilan universitas dari berbagai kawasan dunia.

Periode pengumpulan data UI GreenMetric 2026 dibuka pada 26 Februari 2026 dan ditutup pada 30 Juni 2026. Rentang waktu ini memberi kesempatan lebih luas bagi universitas melakukan peninjauan internal dan memastikan akurasi data yang dilaporkan.

Wakil Kepala UI GreenMetric, Abellia Anggi Wardani mengatakan, UI GreenMetric kini mengadopsi pendekatan lebih komprehensif melalui penambahan kategori tata kelola dan digitalisasi. “Penambahan kategori tata kelola dan digitalisasi merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa keberlanjutan tidak hanya tercermin pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada sistem pengambilan keputusan, transparansi institusi, serta pemanfaatan teknologi digital untuk efisiensi sumber daya,” ujar Abellia.

Dengan penambahan tersebut, UI GreenMetric kini mencakup tujuh kategori utama, yaitu setting and infrastructure, energy and climate change, waste, water, transportation, education and research, serta governance dan digitalization.

Pada sesi regional pertama, sekitar 350 perwakilan universitas dari Indonesia turut berpartisipasi dan memperoleh pemahaman mengenai metodologi, indikator terbaru, serta strategi peningkatan kinerja keberlanjutan.

Didirikan pada 2010 oleh Universitas Indonesia, UI GreenMetric menjadi pelopor pemeringkatan universitas berkelanjutan di dunia. Melalui metodologi yang transparan, terukur, dan berbasis data, UI GreenMetric mendorong perguruan tinggi memperkuat kontribusi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan.

Read Entire Article
Politics | | | |