Kegiatan berbagi takjil yang digelar di CIBIS Park.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengelola kawasan bisnis mulai mengintegrasikan aktivitas sosial ke dalam strategi pengembangan kawasan. Pendekatan ini dinilai relevan untuk menjaga keterlibatan komunitas urban sekaligus memperkuat identitas kawasan di luar fungsi komersial.
Di Jakarta, CIBIS Park menggelar program Harmony Ramadan 1447 H sebagai bagian dari inisiatif kolaborasi sosial di dalam kawasan. Program ini melibatkan pengelola, mitra brand, dan komunitas dalam aktivitas berbagi kepada pekerja serta pengemudi yang beraktivitas menjelang waktu berbuka puasa.
Presiden Direktur PT Bhumyamca Sekawan Achmad Umar mengatakan, sebagai pengelola kawasan, pihaknya memandang bahwa CIBIS Park bukan hanya tentang aktivitas bisnis, melainkan ekosistem urban yang hidup dan terus berkembang.
“Momentum Ramadan memberi ruang refleksi bagi kami untuk memperkuat interaksi yang lebih humanis di dalam kawasan. Kami ingin CIBIS Park tumbuh bukan hanya sebagai pusat produktivitas, tetapi sebagai ruang yang mampu menghadirkan kebersamaan dan makna bagi masyarakat sekitarnya,” ujar Achmad Umar, Jumat (20/2/2026).
Distribusi takjil kepada ratusan penerima manfaat menjadi salah satu aktivitas utama dalam program tersebut. Pengelola kawasan menyebut kegiatan ini digelar sebagai platform kolaborasi yang menghubungkan kepentingan bisnis dengan kebutuhan sosial di sekitar kawasan.
Melalui pendekatan ini, pengelola kawasan membuka ruang bagi brand untuk terlibat dalam aktivitas sosial yang bersifat langsung dan kontekstual. Skema tersebut dinilai menjadi model pengelolaan kawasan yang memadukan fungsi ekonomi dan sosial secara lebih terintegrasi.
Ke depan, pengelola menyatakan akan melanjutkan program serupa dengan pendekatan kolaboratif. Model ini mencerminkan tren kawasan bisnis yang tidak hanya bertumpu pada aktivitas komersial, tetapi juga pada kemampuan membangun relasi sosial yang berkelanjutan di ruang urban.

3 hours ago
7















































