REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang dengan Iran akan ditandatangani dalam waktu dekat. Sebelumnya Perdana Menteri Pakistan Sebaz Sharif juga telah menginformasikan hal yang sama.
"Kesepakatan tersebut dijadwalkan untuk ditandatangani besok," kata Trump melalui Truth Social, Sabtu (14/6/2026).
Adapun terkait Selat Hormuz, jalur laut tersebut akan segera dibuka begitu kesepakatan damai diteken, ujarnya.
“Faktanya, mereka (Iran) tidak lagi menginginkan senjata nuklir, dan mereka juga tidak akan memilikinya, baik melalui pembelian, pengembangan, maupun cara perolehan lainnya,” ujar Trump.
Ia menambahkan bahwa hubungan antara kedua negara kini “jauh berbeda dan lebih baik” dibandingkan pada masa pemerintahan Amerika Serikat sebelumnya.
Trump juga mengatakan bahwa Amerika Serikat “akan masuk dan mengambil debu nuklir” pada waktu yang dianggap tepat dan ketika situasi telah benar-benar tenang. Menurut Trump, kesepakatan tersebut juga tidak mencakup transfer dana Amerika Serikat kepada Iran.
“Berbeda dengan pembayaran ratusan miliar dolar yang diberikan kepada mereka pada masa (mantan Presiden AS Barack) Obama, termasuk 1,7 miliar dolar dalam bentuk uang tunai, tidak akan ada uang yang berpindah tangan,” kata Trump.
Sebelumnya pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri Pakistan juga menyatakan bahwa upacara penandatanganan kesepakatan dijadwalkan berlangsung pada Minggu.
“Mereka (Menteri Luar Negeri Pakistan dan Arab Saudi) menyambut baik perundingan AS-Iran yang telah memasuki tahap akhir, dengan upacara penandatanganan elektronik dijadwalkan berlangsung besok,” tulis kementerian tersebut melalui platform X.
Pada Jumat, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa Teheran dan Washington belum pernah sedekat ini dalam mencapai sebuah nota kesepahaman. Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa naskah final kesepakatan damai telah disepakati.
Araghchi juga menegaskan bahwa Teheran tetap bersikeras bahwa satu-satunya cara yang dapat diterima untuk menangani persediaan uranium yang diperkaya tingkat tinggi milik Iran adalah dengan memprosesnya di wilayah Iran sendiri.
sumber : Sputnik/RIA Novosti-OANA

7 hours ago
10















































