REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- China terus memperkuat upaya pelestarian warisan budayanya dengan mengedepankan pendekatan yang menghubungkan peninggalan sejarah dengan kehidupan masyarakat masa kini. Salah satu contohnya terlihat di Desa Baling, Kota Gongyi, Provinsi Henan, tempat lebih dari seribu patung batu peninggalan Dinasti Song Utara (960-1126) tetap berdiri di tengah hamparan ladang gandum yang masih aktif digarap warga.
Desa yang namanya berarti "Delapan Mausoleum" itu menjadi lokasi kompleks makam kekaisaran Dinasti Song Utara. Sebanyak 1.027 peninggalan batu masih bertahan di kawasan tersebut sehingga kerap dijuluki sebagai "museum terbuka patung kuno".
Berbeda dengan banyak artefak bersejarah yang disimpan di museum, patung-patung batu di Baling tetap berada di lokasi aslinya dan menyatu dengan aktivitas pertanian masyarakat setempat. Pemandangan itu menghadirkan perpaduan unik antara warisan budaya berusia ratusan tahun dan kehidupan pedesaan modern.
Kepala Administrasi Peninggalan Budaya Gongyi, Zhu Xingli, menjelaskan bahwa mempertahankan peninggalan di ruang terbuka merupakan bagian dari strategi konservasi yang mempertimbangkan kondisi lingkungan aslinya. Menurut dia, penutupan menggunakan kaca justru berpotensi mengganggu sirkulasi udara dan memerangkap panas yang dapat mempercepat kerusakan artefak.
"Penting untuk menjaga hubungan antara peninggalan budaya dengan lanskap yang telah mengelilinginya selama berabad-abad," ujar Zhu.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi pelestarian warisan budaya China yang kini tidak lagi terbatas pada museum. Pemerintah China berupaya menjaga nilai sejarah sekaligus memastikan warisan budaya tetap relevan dalam kehidupan masyarakat kontemporer.
Upaya itu diperkuat melalui survei warisan budaya nasional yang diluncurkan pada 2023. Program yang dijadwalkan selesai pada Juni 2026 tersebut tidak hanya meninjau kembali sekitar 767 ribu situs yang telah tercatat sebelumnya, tetapi juga berhasil mengidentifikasi lebih dari 130 ribu lokasi warisan budaya tambahan.
Selain situs-situs terbuka seperti Baling, China juga terus mengembangkan jaringan museumnya. Data resmi menunjukkan negara itu kini memiliki lebih dari 7.000 museum terdaftar yang menyelenggarakan sekitar 45 ribu pameran sepanjang 2025 dan menarik sekitar 1,56 miliar kunjungan.
Sabtu (14/6/2026) diperingati sebagai Hari Warisan Budaya dan Alam China. Untuk memperingatinya, otoritas dan lembaga kebudayaan di berbagai wilayah menyelenggarakan lebih dari 7.000 kegiatan daring maupun luring.
sumber : Xinhua

9 hours ago
12















































