REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bagi Dian Hendriyani, bepergian menggunakan transportasi umum bukan hanya perkara berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Sebagai penyandang disabilitas sensorik netra low vision, rasa aman dan pendampingan selama perjalanan menjadi bagian penting dari mobilitasnya sehari-hari.
Perempuan berusia 35 tahun asal Jagakarsa, Jakarta Selatan, itu telah beberapa kali menggunakan Transjakarta Cares, layanan khusus yang disediakan PT Transportasi Jakarta bagi penyandang disabilitas.
“Pengalaman saya ketika naik Transcare sangat menyenangkan, tenang, dan aman, karena selalu ada satgas pramusapa yang membantu dan mendampingi saya saat hendak naik maupun turun dari mobilnya,” kata Dian kepada Republika, Rabu (19/8/2026).
Layanan tersebut dapat dipesan sehari sebelum keberangkatan atau H-1 melalui pusat layanan Transjakarta maupun WhatsApp. Kendaraan kemudian membantu pelanggan menuju atau dari halte Transjakarta yang ramah disabilitas. Bagi Dian, pola pelayanan itu membuat perjalanan lebih mudah dilakukan tanpa terlalu bergantung kepada orang lain.
“Sangat memudahkan penyandang disabilitas untuk mengakses transportasi umum, karena bisa lebih cepat sampai ke tempat tujuan,” ujarnya.
Ia berharap layanan tersebut terus dipertahankan sekaligus diperluas. Salah satu yang menurut Dian masih dibutuhkan adalah penambahan armada agar lebih banyak penyandang disabilitas dapat memperoleh layanan. Harapan itu mulai dijawab melalui penambahan lima unit Transjakarta Cares.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerima bantuan kendaraan dari Yayasan Persatuan Masyarakat Indonesia Tionghoa Peduli Bencana (Permata) di Halte Transjakarta Bundaran Hotel Indonesia Astra, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (13/8/2026). Tambahan tersebut membuat jumlah armada Transjakarta Cares bertambah dari 15 menjadi 20 unit.
Sepanjang 2025, 15 kendaraan yang tersedia melayani 71.598 pelanggan disabilitas, meningkat 16,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka itu memperlihatkan bahwa kebutuhan terhadap layanan mobilitas khusus bukan kecil.
Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Welfizon Yuza mengatakan Transjakarta Cares telah beroperasi sejak Oktober 2016 untuk membantu penyandang disabilitas memperoleh akses menuju layanan Transjakarta.
“Bantuan lima unit kendaraan dari Yayasan Permata ini bukan sekadar penambahan fasilitas, melainkan perluasan akses mobilitas, kesempatan, serta kemandirian bagi para penyandang disabilitas,” kata Welfizon.
Bukan Sekadar Menambah Armada
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menilai tambahan kendaraan tersebut memperkuat arah kebijakan transportasi publik Jakarta yang semakin inklusif. “Atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas sumbangsih serta kepedulian yang konsisten dari Yayasan Permata kepada Transjakarta,” ujar Rano.
Menurut dia, pengembangan transportasi publik Jakarta tidak hanya diukur dari bertambahnya rute atau jumlah penumpang. Layanan juga harus dapat digunakan masyarakat dengan kebutuhan mobilitas yang berbeda. Penambahan lima kendaraan diharapkan memperluas jangkauan Transjakarta Cares dan memberi ruang mobilitas yang lebih besar bagi penyandang disabilitas.
Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menilai layanan semacam itu merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan lebih dalam menggunakan transportasi publik.
“Ini bentuk layanan bagi masyarakat juga di Jakarta. Ya, bentuk bukti peduli pada warga disabilitas,” kata Djoko kepada Republika, Rabu (19/8/2026).
Menurut dia, kebutuhan nyata dari masyarakat menjadi alasan layanan tersebut tidak hanya dipertahankan, tetapi juga dikembangkan. “Saya kira itu kalau melihat layanan, kalau saya baca berita sih bagus. Banyak yang menggunakannya. Saya kira itu perlu dipertahankan dan ditambah, kalau bisa,” ujarnya.
Transjakarta Cares sendiri telah beroperasi sejak Oktober 2016. Pada awal pengoperasiannya, layanan tersebut didukung lima kendaraan. Jumlahnya kemudian berkembang menjadi 15 unit dan, setelah bantuan terbaru, menjadi 20 kendaraan.
Penguatan aksesibilitas juga dilakukan pada infrastruktur halte. Transjakarta dan Yayasan Permata bekerja sama menata Halte Wira di Jalan Prof. Dr. Supomo melalui skema naming rights. Revitalisasi diarahkan untuk membuat halte lebih hijau, nyaman, dan ramah bagi penyandang disabilitas.
“Kami berharap kemitraan antara BUMD dan lembaga sosial ini dapat menjadi benchmark dalam menerjemahkan nilai komersial menjadi nilai sosial yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Welfizon.
Perwakilan Yayasan Permata Haris Candra mengatakan penyerahan lima kendaraan merupakan bagian dari komitmen lembaganya dalam memperluas kesetaraan akses bagi penyandang disabilitas.
“Dukungan lima unit armada Transjakarta Cares ini merupakan wujud nyata kontribusi kami dalam menciptakan sistem mobilitas warga yang inklusif,” ujar Haris.

2 hours ago
8

















































