Jelang Muktamar NU, Alissa Wahid: Tidak Relevan Lagi Gunakan Gus Dur Sebatas Jargon

2 hours ago 7

Warga memasang poster bergambar Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur saat aksi Bulan Gus Dur di kawasan Ngarsopuro, Solo, Selasa (29/12/2020). Aksi tersebut digelar untuk mengenang jasa-jasa Gus Dur sebagai guru bangsa.

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG — Putri sulung Presiden ke-4 RI, almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Alissa Wahid berharap, Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur, akhir bulan ini dapat berlangsung dengan baik dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi ke arah yang lebih baik.

Menurut dia, upaya menjadikan Gus Dur sekadar jargon tidak lagi relevan. Hal yang jauh lebih penting menjaga dan meneladani pemikiran serta laku Gus Dur."Bagi saya sudah tidak relevan lagi menggunakan Gus Dur sebagai jargon. Yang paling penting justru teladan dari Gus Dur itu adalah pemikiran dan laku beliau,"kata dia di Magelang, belum lama ini.

Dia menilai, nilai-nilai yang pernah diperjuangkan Gus Dur seharusnya diwujudkan dalam tindakan nyata, salah satunya keberanian untuk melawan ketidakadilan dan kezaliman.

Ia menegaskan, keberpihakan NU terhadap masyarakat kecil juga menjadi salah satu nilai penting yang perlu kembali diperkuat.

Menurut dia, substansi yang akan dibahas dalam Muktamar NU pada dasarnya telah dipersiapkan, mulai hasil Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Ploso hingga sejumlah agenda terkait program organisasi ke depan.

"Harapan saya bagi Muktamar NU besok adalah proses yang berjalan dengan baik untuk menghasilkan kepemimpinan yang baik. Itu harapan utama saya,”kata dia belum lama ini.

Ia menjelaskan, sejumlah agenda substantif telah disiapkan, termasuk rencana peluncuran Peta Jalan NU 2050 serta pembahasan mengenai tata kelola organisasi. Menurut dia, hal yang paling penting dalam Muktamar NU adalah memastikan seluruh proses berjalan secara baik dan demokratis sehingga menghasilkan kepemimpinan yang sesuai dengan harapan warga NU.

"Yang tentu kami harapkan adalah proses di muktamar proses yang baik untuk menghasilkan kepemimpinan yang baik. Persoalan-persoalan yang kemarin muncul harus menjadi pelajaran,”kata dia.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |