Tradisi Fans Jepang Bersihkan Stadion Kembali Viral, Suporter Berkursi Roda Jadi Sorotan

3 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hasil imbang 2-2 antara Jepang dan Belanda pada laga Grup F Piala Dunia 2026 di Stadion AT&T, Arlington, Texas, Senin (15/6/2026) pagi WIB, tidak hanya menyisakan cerita dari dalam lapangan. Aksi seorang pendukung Jepang pengguna kursi roda yang ikut membersihkan stadion setelah pertandingan justru menjadi sorotan dan menuai pujian dari warganet dunia.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan suporter tersebut memungut sampah yang berserakan di area tribun. Ia tampak mengumpulkan sampah ke dalam kantong plastik, dibantu sejumlah pendukung Jepang lainnya yang juga melakukan hal serupa.

Aksi itu kembali menunjukkan budaya suporter Jepang yang telah lama dikenal menjaga kebersihan stadion seusai pertandingan. Tradisi tersebut terus dipertahankan dalam berbagai turnamen internasional dan kembali terlihat pada laga pembuka Samurai Biru di Piala Dunia 2026.

Dalam video lain yang dibagikan FIFA, seorang pendukung Jepang menjelaskan alasan mereka selalu meluangkan waktu membersihkan tribun setelah pertandingan berakhir.

"Ini tentang menunjukkan rasa hormat kepada para pemain, para pendukung, bahkan kepada stadion. Kami merasa terhormat bisa berada di sini, sehingga kami tidak ingin meninggalkan sampah di belakang kami," ujar suporter tersebut.

Tradisi membersihkan stadion oleh pendukung Jepang telah berlangsung sejak Piala Dunia 1998 di Prancis. Sejak saat itu, kebiasaan tersebut menjadi identitas tersendiri bagi suporter Negeri Sakura di berbagai ajang sepak bola dunia.

Kehadiran seorang penggemar pengguna kursi roda yang turut berpartisipasi membuat aksi tersebut mendapat perhatian lebih luas. Banyak pengguna media sosial memuji semangat dan kepeduliannya terhadap kebersihan lingkungan, sekaligus menjadikannya simbol sportivitas di luar lapangan.

Sementara itu, Jepang berhasil mengamankan satu poin setelah menahan imbang Belanda 2-2. Jepang dua kali bangkit dari ketertinggalan melalui gol Keito Nakamura dan Daichi Kamada untuk menggagalkan kemenangan tim Oranje.

Pelatih Jepang Hajime Moriyasu mengakui timnya belum sepenuhnya puas dengan hasil tersebut. Namun, ia memuji perjuangan para pemain yang mampu bersaing dengan salah satu tim kuat dunia.

"Kami tidak sepenuhnya puas dengan hasil seri ini. Namun Belanda adalah tim kelas dunia dan kami berusaha bersaing di level yang sama. Kami bermain gigih, tetap sabar, dan mampu menjaga ketenangan," kata Moriyasu.

Meski gagal meraih kemenangan, Jepang tetap meninggalkan kesan positif pada laga pembuka mereka. Selain menunjukkan daya juang di atas lapangan, para pendukung Samurai Biru kembali memperlihatkan nilai-nilai disiplin, rasa hormat, dan kepedulian yang mendapat apresiasi luas dari publik dunia.

Read Entire Article
Politics | | | |