REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan agar alokasi volume solar bersubsidi naik pada tahun depan. Usulan Bahlil yakni menaikkan alokasi subsidi dari yang semula 18,64 juta kiloliter (KL) pada 2026 menjadi 18,80 juta hingga 19 juta KL pada 2027.
“Minyak solar pada 2026 itu 18,64 juta KL. Pada 2027, kami alokasikan 18,80 sampai dengan 19 juta KL,” ujar Bahlil dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Adapun realisasi penyaluran solar bersubsidi hingga Mei 2026 berada pada angka 7,77 juta KL. Selain peningkatan volume solar bersubsidi, Bahlil juga mengusulkan agar volume minyak tanah bersubsidi meningkat dari yang semula dialokasikan sebesar 0,53 juta KL dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 menjadi 0,543 juta KL hingga 0,561 juta KL. Realisasi penyaluran minyak tanah bersubsidi hingga Mei 2026 berada pada angka 0,21 juta KL.
Dengan demikian, secara keseluruhan Bahlil mengusulkan peningkatan volume BBM bersubsidi dari yang semula 19,17 juta KL pada 2026 menjadi 19,343 juta KL hingga 19,561 juta KL dalam RAPBN 2027.
Sementara itu, untuk volume LPG 3 kilogram, Bahlil tidak mengusulkan perubahan alokasi volume. Dengan kata lain, alokasi LPG bersubsidi tetap pada angka 8 juta metrik ton untuk RAPBN 2027, tidak berubah dari alokasi LPG 3 kilogram dalam APBN 2026.
Terkait realisasi penyaluran LPG bersubsidi, Kementerian ESDM mencatat telah tersalurkan sebesar 3,56 juta metrik ton hingga Mei 2026.
“LPG rata-rata sama. Kami alokasikan pada angka 8 juta metrik ton, sama dengan 2026,” ujar Bahlil.
Lebih lanjut, Bahlil juga tidak mengajukan perubahan terkait subsidi tetap minyak solar atau GasOil 48 untuk RAPBN 2027. Alokasi subsidi tetap minyak solar 48 masih berada pada angka Rp 1.000 per liter.
“Sekali lagi saya katakan bahwa ini sama dengan apa yang disampaikan oleh pemerintah yang dipimpin oleh Bapak Presiden (Prabowo Subianto), sambil menunggu dinamika geopolitik,” kata Bahlil.
sumber : Antara

3 hours ago
6
















































