REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tren perawatan kulit kini tidak lagi hanya berfokus menyamarkan tanda-tanda penuaan, tetapi juga memperbaiki kesehatan kulit dari dalam. Menjawab tren tersebut, perusahaan alat kesehatan dan estetika GEA Aesthetic bersama Croma-Pharma meluncurkan PolyPhil, produk perawatan estetika berbasis polynucleotide (PN) yang diklaim dapat membantu proses regenerasi kulit secara alami.
Polynucleotide merupakan senyawa yang berasal dari fragmen DNA dan dalam dunia estetika digunakan untuk mendukung proses perbaikan jaringan kulit. Pada PolyPhil, bahan tersebut diperoleh dari DNA ikan trout yang telah melalui proses pemurnian.
General Manager GEA Aesthetic, Inneke Huang, mengatakan produk tersebut dirancang untuk membantu meningkatkan kualitas kulit melalui stimulasi proses regenerasi alami tubuh. "PolyPhil hadir sebagai salah satu pilihan terapi regenerative aesthetics yang berfokus pada kualitas kulit dan hasil yang terlihat alami," kata Inneke dalam peluncuran produk di sela kongres estetika AMUSE 2026 di BSD, Tangerang, dikutip dari siaran pers, Senin (15/6/2026).
Menurut perusahaan, teknologi yang digunakan dalam produk ini bertujuan membantu merangsang aktivitas fibroblas, yaitu sel yang berperan dalam pembentukan kolagen dan elastin. Kedua komponen tersebut penting untuk menjaga elastisitas, kekencangan, serta kelembapan kulit.
Dokter dan praktisi estetika menilai pendekatan regeneratif semakin diminati karena tidak hanya menargetkan perbaikan penampilan dalam jangka pendek, tetapi juga kesehatan kulit dalam jangka panjang.
PolyPhil disebut dapat digunakan untuk membantu memperbaiki kualitas kulit, mengurangi tampilan bekas jerawat, memperhalus tekstur kulit, mengurangi kerutan halus, hingga perawatan area bawah mata yang cenderung lebih sensitif. Selain itu, produk tersebut juga dikembangkan untuk mendukung kesehatan kulit kepala dan rambut.
Dokter asal Jerman, Dr Konstantin Frank, yang menjadi pembicara dalam acara tersebut, menjelaskan kualitas produk berbasis polynucleotide sangat bergantung pada sumber bahan baku dan proses pemurniannya.
Menurut dia, penggunaan bahan dengan tingkat kemurnian tinggi diperlukan untuk menjaga konsistensi dan keamanan produk yang digunakan dalam prosedur estetika.
Sementara itu, dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetika dr Ide Bagoes Insani SpBP-RE mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap perawatan estetika terus berkembang. Tidak hanya untuk mengatasi tanda penuaan, tetapi juga untuk menjaga kualitas kulit secara keseluruhan.
Perawatan berbasis polynucleotide sendiri menjadi salah satu pendekatan yang mulai banyak digunakan di berbagai negara dalam beberapa tahun terakhir. Namun, para ahli mengingatkan bahwa setiap tindakan estetika tetap perlu dilakukan berdasarkan konsultasi dan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan yang kompeten agar sesuai dengan kondisi kulit masing-masing individu.
Peluncuran PolyPhil dilakukan dalam rangkaian AMUSE (Aesthetic Medical Updates & Scientific Exhibition) 2026 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, pada 12-14 Juni 2026. Acara tersebut merupakan salah satu forum tahunan yang mempertemukan pelaku industri, dokter, dan peneliti di bidang estetika medis untuk membahas perkembangan teknologi serta inovasi terbaru dalam perawatan kulit dan kecantikan.

8 hours ago
11
















































