Tolak 15 Klausul BoP, Eks Jenderal Zionis: Israel Ingin Gaza Tetap Hancur Hingga Generasi ke Depan

5 hours ago 8

Kerabat keluarga Al-Masri asal Palestina melangsungkan upacara pemakaman di sebuah pemakaman di Kota Gaza, Jalur Gaza, pada 21 Juli 2026. Firas Al-Masri, istrinya Salsabil, dan keempat anak mereka syahid di Kota Gaza setelah rumah mereka menjadi sasaran serangan pesawat drone militer Israel pada dini hari tanggal 21 Juli, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA — Kondisi Gaza yang harus tetap dalam keadaan hancur total diyakini menjadi salah satu alasan pemimpin zionis Israel Benjamin Netanyahu menolak 15 klausul dalam proposal Dewan Perdamaian (BoP) untuk pemulihan dan rekonstruksi Gaza.

Mantan Kepala Dewan Keamanan Israel Giora Eiland mengatakan, pemulihan kembali Gaza bertabrakan dengan kepentingan Israel yang menghendaki wilayah kantong terkuat di Palestina itu tak lagi punya kemampuan perlawanan dalam satu generasi mendatang.

“Israel tidak memiliki kepentingan agar Gaza dibangun kembali,” ujar Eiland saat wawancara di stasiun radio israel 103FM yang dikutip Republika dari Middle East Eye, Selasa (11/8/2026).

Eiland memahami maksud Netanyahu dan militer Zionis Israel yang menghendaki Gaza tetap dalam keadaan hancur total dalam periode yang panjang. Israel, kata Eiland bahkan memiliki termin kehancuran total Gaza itu dalam beberapa dekade.

Menurut Eiland, keputusan Netanyahu dan militernya untuk tetap melakukan genosida dalam misi penghancuran total Gaza dan tanpa pemulihan itu, sebagai hasil yang memang diinginkan Israel selama ini.

“Lebih baik bagi kita (Israel) memang jika wilayah itu (Gaza) hancur total selama beberapa generasi mendatang,” ujar Eiland.

Menurutnya, semakin besar kehancuran di Gaza, akan membuat Israel semakin baik. “Semakin besar kehancurannya (di Gaza) akan semakin besar membuat keputusasaan orang-orang di sana. Serta semakin besar monumen peringatan bagi orang-orang di sana atas apa yang mereka lakukan pada 7 Oktober. Dan itu adalah hal yang baik,” ujar Eiland.

Middle East Eye mengatakan, Eiland sebetulnya tokoh militer zionis Israel dengan kepangkatan terakhir sebagai mayor jenderal (Mayjen).

Eiland, secara politik sebetulnya berpaham sekuler dan berafiliasi ke tokoh oposisi Avigdor Lieberman. Kelompok politik itu, selama ini kerap menentang kebijakan-kebijakan Netanyahu. Akan tetapi kelompok oposan itu, dalam menyikapi terbuka situasi di Gaza, lebih frontal ketimbang Netanyahu. Eiland yang selama ini juga menentang 15 klausul BoP yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Read Entire Article
Politics | | | |