TBS Foundation Dorong Lahirnya Talenta Hijau Lewat Greenovate

6 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kebutuhan talenta yang mampu menghadirkan solusi bisnis berkelanjutan terus meningkat seiring percepatan transisi menuju ekonomi hijau. Namun, jumlah tenaga kerja hijau di Indonesia masih relatif terbatas. Data Kementerian PPN/Bappenas pada 2025 mencatat proporsi tenaga kerja hijau baru mencapai sekitar 3,45 juta orang atau 2,6 persen dari total tenaga kerja nasional.

Untuk mendukung pengembangan talenta di bidang tersebut, TBS Foundation menggelar Greenovate, kompetisi pengembangan talenta hijau yang mendorong mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengembangkan ide keberlanjutan menjadi solusi bisnis yang berpotensi memberikan dampak nyata.

Executive Director TBS Foundation Anugraha Dezmercoledi mengatakan Greenovate dirancang untuk mempertemukan potensi generasi muda dengan pengalaman para praktisi sehingga inovasi yang lahir memiliki peluang berkembang menjadi solusi yang relevan bagi masyarakat.

"Kami percaya mahasiswa Indonesia memiliki potensi besar untuk menghadirkan solusi atas berbagai tantangan keberlanjutan. Melalui Greenovate, mereka tidak hanya mendapatkan ruang untuk mengembangkan ide, tetapi juga kesempatan belajar langsung dari para praktisi, memperkuat model bisnis, serta membangun jejaring yang dibutuhkan agar inovasi tersebut dapat berkembang lebih jauh," ujar Anugraha dalam keterangan, Jumat (31/7/2026).

Menurut dia, di tengah meningkatnya tantangan keberlanjutan, mahasiswa Indonesia memiliki potensi besar melahirkan inovasi yang mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. Karena itu, diperlukan ekosistem yang mampu menghubungkan dunia akademik dengan pelaku industri, praktisi keberlanjutan, serta investor agar inovasi tersebut dapat berkembang menjadi solusi yang siap diimplementasikan.

Greenovate menghadirkan proses pendampingan melalui mentoring dan penguatan model bisnis sehingga peserta tidak hanya menghasilkan gagasan, tetapi juga mempersiapkan solusi yang lebih matang dan berkelanjutan.

Antusiasme terhadap program ini terlihat dari lebih dari 150 ide bisnis berkelanjutan yang diajukan oleh lebih dari 400 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Setelah melalui proses seleksi, delapan tim terbaik berhasil melaju ke babak grand final.

Delapan finalis tersebut berasal dari Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Mulawarman, Universitas Palangka Raya, Universitas Sumatera Utara, Universitas Tanjungpura, dan Universitas Cenderawasih.

Beragam inovasi yang dikembangkan para finalis mencakup isu ekonomi sirkular, energi bersih, ketahanan air, pengelolaan limbah, hingga pengembangan material ramah lingkungan.

Program ini juga mengedepankan aspek inklusivitas. Seluruh tim finalis memiliki keterwakilan perempuan, sementara enam dari delapan mentor Greenovate merupakan perempuan yang berpengalaman di bidang keberlanjutan, bisnis, energi, dan teknologi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membuka ruang lebih luas bagi perempuan untuk berkontribusi sebagai inovator maupun pemimpin dalam ekosistem ekonomi hijau.

Read Entire Article
Politics | | | |