Tafsir Surat An-Nashr : Pertolongan Allah pada Fathul Makkah, Perintah Bertasbih dan Istighfar

2 hours ago 4

Image Joko Susanto

Agama | 2026-02-15 09:43:21

Kesejukan waktu Subuh pada Ahad 15 Februari 2026 terasa makin lengkap dan khidmat dengan hadirnya majelis ilmu. Mushola Al-Ikhlas Griya Kebonagung Sukodono Sidoarjo kembali menggelar acara kajian bakda Subuh. Ustadz Zainul Muhibbin M.Fil.I berkenan mengisi acara pekanan itu dengan menyampaikan tema tafsir dan hikmah surat An-Nashr.

Ustadz Zainul Muhibbin M.Fil.I (dokumentasi pribadi)

Secara runut disampaikan bahwa Surat An-Nashr terdiri dari 3 ayat, diturunkan di Mina sewaktu haji wada‘, dikelompokkan ke dalam Surat Madaniyyah. Surat ini termasuk surat yang terakhir kali diturunkan. Turun sesudah Surat-ut-Taubah.

Intisari dari kajian yaitu ikhtiar untuk mendalami surah An-Nashr, khususnya ibrah ketika datang pertolongan Allah dalam Fathul Makkah maka setelah itu disuruh bertasbih, bertahmid, dan beristighfar. Diuraikan pula relevansinya dengan kehidupan kita zaman ini.

Syaikh Musthafa Al-‘Adawi berkata, “Sebagian besar ulama berpendapat bahwa surah dalam Al-Quran yang terakhir turun secara utuh adalah surah An-Nashr. Hal ini sebagaimana hadits riwayat Muslim dari jalur ‘Ubaidullah bin ‘Abdillah bin ‘Utbah berkata bahwa Ibnu ‘Abbas ra. bertanya kepadanya, “Apa engkau tahu surah yang terakhir turun dari Alquran secara utuh?” ‘Ubaidullah berkata, “Iya tahu, yaitu surah ‘Idza jaa-a nashrullahi wal fath’ (ketika pertolongan Allah itu datang dan kemenangan).” Ibnu ‘Abbas menjawab, “Engkau benar.” (HR. Muslim, no. 3024).”

Adapun bacaan Surah An Nasr ayat 1-3 Arab, latin, dan artinya dalam Bahasa Indonesia adalah:

1. Idza jaa'a nashrullaahi wal-fat-h

Artinya: Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,

2. Wa ra'aitan-naasa yadkhuluna fii diinillaahi afwaajaa

Artinya: Dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah,

3. Fa sabbih bihamdi rabbika wastagfir-h, innahuu kaana tawwaabaa

Artinya: Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima taubat.

Sebagian jamaah Mushola Al-Ikhlas Sukodono Sidoarjo dalam sebuah acara (arsip ketua)

BUKTI KEBENARAN NABI.

Adapun yang dimaksud dengan Fath dalam ayat ini adalah Fathul Makkah (penaklukan kota Makkah, tahun 8 H), menurut satu pendapat. Pembesar Arab mereka begitu bangga dengan keislaman mereka ketika Fathul Makkah. Mereka mengatakan, “Jika seseorang meraih kemenangan ketika Fathul Makkah, maka berarti ia adalah seorang Nabi.” Lantas ketika itu pun banyak yang masuk Islam. Selama dua tahun, hampir seluruh jazirah Arab beriman. Tidak tersisa di beberapa kabilah Arab kecuali mereka pun masuk Islam. Alhamdulillah atas anugerah yang besar ini.

Ibnu Abbas menjawab, “Surat tersebut adalah pertanda wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sudah dekat. Allah memberitahunya dengan ayatnya: “Jika telah datang pertolongan Allah dan kemenangan’, itu berarti penaklukan Makkah dan itulah tanda ajalmu (Muhammad), karenanya “Bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dan mohonlah ampunan, sesungguhnya Dia Maha Menerima taubat.” Kata Umar, “Aku tidak tahu penafsiran ayat tersebut selain seperti yang kamu (Ibnu Abbas) ketahui.”” (HR. Bukhari, no. 4294)

Mengenai Asbabun Nuzul Surat An-Nasr, Ibnu Abbas ra menjelaskan bahwa setelah Allah menurunkan surat ini, Rasulullah memanggil Fatimah ra.

Fatimah menangis saat Rasulullah SAW mengabarkan bahwa kewafatannya telah dekat. Lalu Fatimah tersenyum karena Rasulullah bersabda:

"Jangan menangis, karena sesungguhnya engkau adalah keluargaku yang paling awal menyusulku." (HR. Ad Darimi dan Thabrani; hasan)

Diantara banyak hikmahnya, setidaknya ada tiga hikmah Surat An-Nasr yang bisa dipetik:

Pertama, Surah An-Nasr diturunkan kepada Rasulullah SAW sebagai berita gembira atas perjuangan beliau dalam mendakwahkan Islam, yaitu dengan berbagai kemenangan dalam penaklukan wilayah dan banyaknya yang memeluk Islam serta penaklukan Mekkah dengan cara damai.

Kedua, turunnya Surat An-Nasr merupakan isyarat akan dekatnya kewafatan Rasulullah SAW, dan telah sempurnanya perjuangan Rasulullah SAW menyampaikan risalah, sehingga sudah saatnya bagi beliau mempersiapkan diri untuk menghadap Allah Ta’ala.

Ketiga, perintah Allah SWT kepada kita agar berdzikir kepada-Nya dengan memperbanyak tasbih dan tahmid serta perintah Allah SWT kepada kita agar memperbanyak memohon ampunan (istighfar) dan bertaubat kepada Allah Ta’ala.

Beristighfar adalah dalam rangka ibadah kepada Allah.

Sebagai peringatan bagi umatnya, kalau Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja yang maksum (lepas dari kesalahan) banyak beristighfar kepada Allah, maka kita yang pasti punya banyak dosa lebih pantas untuk beristighfar.

Pesannya, "minimal bakda sholat, usahakan dan sempatkan untuk beristighfar karena dosa-dosa banyak, tanpa kita sadari hampir tiap hari mungkin kita berbuat dosa. Semoga dosa kita terhapus dengan lantunan istighfar kita."

Pengajian pekan terakhir sebelum ramadhan 1447 H itu dihadiri ketua takmir bapak Dimyati Rois serta jamaah laki-laki dan perempuan dengan suasana santai namun penuh keakraban.

Ya Allah berkahi kami di bulan Rajab dan Sya'ban, serta sampaikan kami semua di bulan Ramadan. Marhaban yaa Ramadan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
Politics | | | |