Sorgum Naik Kelas, Universitas BTH Ajak Mahasiswa Turun ke Masyarakat

3 hours ago 7

loading...

Program pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan Universitas Bakti Tunas Husada (BTH) bersama masyarakat Desa Karangkamulyan. Foto: Istimewa

CIAMIS - Sorgum bukan lagi sekadar tanaman pangan yang dipanen dari lahan pertanian. Di Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, komoditas tersebut mulai dikembangkan menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Upaya tersebut dilakukan melalui program pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan Universitas Bakti Tunas Husada (BTH) bersama masyarakat Desa Karangkamulyan. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Hibah pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Program ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi sorgum, khususnya melalui pengolahan pascapanen, pengembangan produk pangan, serta penguatan pemasaran berbasis digital. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas BTH Ummy Mardiana yang sekaligus menjadi ketua tim hibah.

Baca juga: Pemprov Jakarta Sumbang Ambulans untuk Masyarakat Suku Baduy, Ini Alasannya

Turut hadir Kepala Bagian Kemahasiswaan Universitas BTH Wawan Kurniawan, serta anggota tim hibah, Hadi Yusuf Faturochman, dan Hana Diana Maria. Dalam kegiatan tersebut, Ummy Mardiana memberikan pemaparan mengenai pemanfaatan dan nilai gizi sorgum.

Menurutnya, pengembangan pangan lokal perlu diawali dengan pemahaman masyarakat terhadap potensi bahan yang tersedia di lingkungan mereka. “Sorgum tidak hanya memiliki potensi sebagai tanaman pangan alternatif, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk pangan yang memiliki nilai tambah. Karena itu, masyarakat perlu memahami potensi gizinya sekaligus bagaimana mengolahnya dengan tepat agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas,” dikutip Rabu (19/8/2026).

Menurut Ummy, pemanfaatan sorgum tidak seharusnya berhenti pada tahap produksi hasil pertanian. Ketika masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengolahnya, sorgum dapat berkembang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi berbasis potensi lokal.

Read Entire Article
Politics | | | |