Benarkah Nabi Muhammad SAW Makhluk Allah yang Pertama dan Diciptakan dari Cahaya?

4 hours ago 6

loading...

Mengenai anggapan bahwa Rasulullah SAW diciptakan dari cahaya, perlu dibedakan antara hakikat penciptaan beliau sebagai manusia dan makna beliau sebagai pembawa cahaya petunjuk. Foto ilustrasi/ist

Benarkah Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam (SAW) merupakan makhluk Allah SWT yang pertama dan diciptakan dari cahaya? Pertanyaan ini kerap muncul di tengah umat Islam, terutama ketika membahas keistimewaan dan kemuliaan Rasulullah SAW.

Sejumlah ulama menjelaskan bahwa tidak ada hadis sahih yang secara tegas menyatakan Nabi Muhammad SAW sebagai makhluk pertama yang diciptakan Allah SWT atau bahwa beliau diciptakan dari cahaya.

Syaikh Yusuf Al-Qardhawi, dalam pembahasannya mengenai persoalan ini, menjelaskan bahwa riwayat-riwayat yang menyebut makhluk pertama diciptakan adalah sesuatu yang berbeda-beda dan tidak memiliki dasar yang kuat.

Ada riwayat yang menyebutkan bahwa makhluk pertama yang diciptakan Allah SWT adalah pena. Ada pula riwayat yang menyebutkan akal. Sementara di kalangan masyarakat juga berkembang kisah bahwa Allah SWT menggenggam cahaya-Nya kemudian berfirman, "Jadilah engkau Muhammad."

Baca juga: Seperti Apa Wajah dan Fisik Nabi Muhammad SAW? Ini Kesaksian Ali bin ABi Thalib dan Anas bin Malik

Dari kisah tersebut kemudian muncul anggapan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan makhluk pertama yang diciptakan Allah SWT, lalu dari cahaya tersebut diciptakan langit, bumi, dan seluruh makhluk lainnya.

Bahkan, ungkapan seperti "shalawat dan salam bagimu wahai makhluk Allah yang pertama" pernah populer di tengah masyarakat. Namun, menurut Al-Qardhawi, klaim tersebut tidak memiliki riwayat yang sahih.

Keutamaan Tidak Bergantung pada Status Makhluk Pertama

Menurut Al-Qardhawi, keutamaan Nabi Muhammad SAW tidak perlu dibangun berdasarkan klaim bahwa beliau adalah makhluk pertama yang diciptakan Allah SWT.

Jika pun klaim tersebut terbukti, hal itu tidak menjadi dasar utama kemuliaan Rasulullah SAW. Al-Qur'an justru menjelaskan kemuliaan beliau melalui sifat dan akhlak yang nyata.

Allah SWT berfirman:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

Artinya: "Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung." (QS Al-Qalam: 4).

Ayat tersebut menjadi salah satu penegasan mengenai kemuliaan akhlak Rasulullah SAW yang diakui dan menjadi teladan bagi umat Islam.

Manusia yang Mendapat Wahyu

Secara historis, Nabi Muhammad SAW adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib Al-Hasyimi Al-Qurasyi. Beliau lahir di Makkah dari pasangan Abdullah bin Abdul Muththalib dan Aminah binti Wahb.

Rasulullah SAW lahir dan tumbuh sebagai manusia. Beliau kemudian menerima wahyu dan diutus Allah SWT sebagai nabi dan rasul untuk menyampaikan risalah Islam.

Read Entire Article
Politics | | | |