Setiap Hari Pakai Image Processing, Sudahkah Kita Memahaminya?

2 hours ago 2

Oleh: Arfhan Prasetyo, Ketua Program Studi Informatika (S1) Universitas Nusa Mandiri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tanpa disadari, image processing telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan digital masyarakat. Kamera ponsel yang otomatis menyesuaikan cahaya, fitur pengenal wajah pada perangkat pintar, hingga filter visual di media sosial bekerja dengan prinsip pengolahan citra. Teknologi ini hadir begitu dekat, namun sering dipahami secara dangkal. Publik menikmati hasil akhirnya, tetapi jarang menengok proses ilmiah di baliknya.

Sebagai akademisi Informatika, saya melihat fenomena ini sebagai pengingat penting bahwa teknologi visual bukan sekadar kecanggihan, melainkan hasil dari pemahaman data yang mendalam.

Image processing mengajarkan mesin untuk “melihat” dunia sebagai kumpulan data numerik yang dapat dianalisis dan dimaknai. Dari sinilah lahir berbagai layanan digital yang memudahkan kehidupan sehari-hari.

Bagi mahasiswa Program Studi Informatika S1 UNM, realitas ini menunjukkan apa yang dipelajari di ruang kelas memiliki relevansi langsung dengan kehidupan masyarakat.

Image processing bukan teori abstrak, melainkan fondasi dari teknologi yang digunakan jutaan orang setiap hari. Ketika mahasiswa memahami keterkaitan ini, proses belajar jadi lebih kontekstual dan bermakna. Informatika tak lagi terasa jauh, tetapi hadir dalam genggaman.

UNM sebagai Kampus Digital Bisnis, mendorong mahasiswa untuk memahami teknologi visual secara utuh. Bukan hanya bagaimana sistem dibangun, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut memengaruhi perilaku dan kebutuhan pengguna.

Image processing mampu menciptakan layanan yang cepat, akurat, dan efisien, namun juga menyimpan potensi risiko jika digunakan tanpa kesadaran etis. Di sinilah peran pendidikan Informatika menjadi krusial.

Pemanfaatan image processing membuka ruang inovasi yang sangat luas, mulai dari peningkatan keamanan, dukungan layanan kesehatan, hingga pengembangan industri kreatif.

Mahasiswa Informatika yang menguasai pengolahan citra memiliki peluang besar untuk terlibat dalam pengembangan solusi digital yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Inovasi lahir bukan dari tren semata, tetapi dari pemahaman atas masalah nyata.

Pada akhirnya, image processing bukan hanya teknologi pendukung, melainkan pembentuk cara hidup masyarakat digital. Mahasiswa Informatika UNM perlu melihatnya sebagai bekal strategis untuk menciptakan teknologi yang bermanfaat dan bertanggung jawab.

Dengan dukungan lingkungan akademik di Fakultas Teknologi Informasi UNM, kami ingin melahirkan lulusan yang tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga peka terhadap dampak sosial. Karena teknologi yang baik adalah teknologi yang memberi solusi, bukan sekadar sensasi.

Read Entire Article
Politics | | | |