Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengungkapkan penyebab kelangkaan Minyakita.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mendorong praktik pengelolaan sampah yang dilakukan SMK Kreatif Chasbullah, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, dapat dikembangkan serta ditiru di daerah lain sebagai bagian dari upaya membangun budaya pengelolaan lingkungan sejak dini.
Para santri SMK Kreatif Chasbullah, Pondok Pesantren Bahrul UlumTambakberas, Jombang, mampu mengolah sampah menjadi produk yang bermanfaat mulai dari paving block hingga biogas.
“Ini contoh yang baik. Anak-anak santri bukan hanya tahu bagaimana memilah sampah, tetapi sudah bisa mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ini yang harus terus kita dorong dan ditiru di tempat lain,” kata Zulhas dalam keterangan diterima di Surabaya, Kamis(3/9/2026).
Zulhas menilai literasi lingkungan tidak cukup hanya dipahami tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk kemampuan mengolah sampah menjadi produk yang bermanfaat dan menekan jumlah limbah yang terbuang. Menurut dia, kesadaran dan keterampilan mengelola sampah sejak dini penting untuk membentuk kebiasaan baru dalam menjaga lingkungan.
Terlebih, pengolahan sampah menjadi sumber energi merupakan langkah penting termasuk melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).
Ia pun sempat menguji pengetahuan mengenai jenis sampah, pemanfaatan sampah anorganik, hingga pengelolaan residu dan para santri mampu menjelaskan dengan baik mengenai sampah yang mereka olah menjadi paving block dan biogas.
Yang menarik, pengetahuan para santri tersebut telah diterapkan dengan pengolahan sampah hingga sisanya mendekati nol residu.“Kami sudah mengolah sampah dan mengubahnya menjadi biogas dan paving block, sehingga tidak ada yang terbuang, zero waste,” ujar salah seorang santri, bernama Andika M Nuur.
sumber : Antara

2 hours ago
5
















































