Remaja yang Main HP 7 Jam Sehari Lebih Rentan Alami Gangguan Makan

7 hours ago 8

Kecanduan gadget (ilustrasi). Kebiasaan menggunakan ponsel secara kompulsif pada anak muda ternyata berkaitan erat dengan gangguan makan, ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh, hingga perilaku makan berlebihan akibat dorongan emosional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ponsel pintar sudah dianggap sebagai teman sehari-hari. Apalagi bagi remaja, benda ini bukan lagi sekadar alat komunikasi, melainkan “tas sekolah digital” tempat mereka mengobrol dengan teman, mengikuti tren terbaru, hingga memantau apa yang mereka makan dan seberapa banyak mereka berolahraga.

Namun, di balik kemudahan akses informasi tersebut, sebuah peringatan serius muncul dari para peneliti. Sebuah tinjauan sistematis terhadap 35 studi yang melibatkan lebih dari 52 ribu orang dengan rata-rata usia 17 tahun menemukan fakta yang cukup mencemaskan.

Kebiasaan menggunakan ponsel secara kompulsif pada anak muda ternyata berkaitan erat dengan gangguan makan, ketidakpuasan terhadap bentuk tubuh, hingga perilaku makan berlebihan akibat dorongan emosional. Laporan yang diterbitkan dalam JMIR Mental Health oleh para peneliti dari King’s College London ini menunjukkan adanya hubungan yang konsisten antara penggunaan ponsel yang bermasalah dengan skor tinggi pada tes gejala gangguan makan di berbagai kelompok usia dan di belasan negara.

Mengapa remaja begitu rentan? Jawabannya ada pada fase perkembangan mereka. Masa remaja adalah waktu di mana identitas diri sedang dibentuk, dan perbandingan sosial memegang peran besar dalam cara mereka memandang diri sendiri. Di sinilah ponsel pintar hadir sebagai saluran konstan yang tanpa hambatan memfasilitasi perbandingan tersebut.

Penulis utama studi dan Dosen Tamu di Institute of Psychiatry, Psychology and Neuroscience, King’s College London, Dr Johanna Keeler mengatakan masa remaja adalah tahap kunci perkembangan di mana individu mengembangkan rasa jati diri dengan mengamati orang lain. Meskipun ponsel pintar menawarkan cara mudah untuk melakukan hal ini, paparan terus-menerus terhadap citra yang dianggap ideal dapat membuat mereka membandingkan penampilan mereka sendiri dengan “standar” tersebut.

“Hal ini berujung pada rendahnya rasa percaya diri dan ketidakpuasan terhadap penampilan, yang keduanya merupakan faktor risiko perkembangan gangguan makan,” ujarnya dikutip dari laman Study Finds pada Senin (24/3/2026).

Sekitar satu dari empat anak muda kini memenuhi kriteria yang oleh para peneliti disebut sebagai Problematic Smartphone Use (PSU). Ini adalah pola ketergantungan ponsel yang menyerupai kecanduan perilaku, di mana seseorang merasa cemas atau gelisah saat tidak memegang HP dan merasa tidak berdaya untuk mengurangi durasi penggunaannya.

Read Entire Article
Politics | | | |