Anggota DPR dorong evaluasi jalan lintas Sumatera usai kecelakaan bus.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas jalan lintas Sumatera. Hal ini menyusul kecelakaan maut antara bus penumpang ALS dan truk tangki BBM di Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, yang terjadi pada Rabu (6/5).
Zigo Rolanda meminta Kementerian Pekerjaan Umum untuk mempercepat perbaikan jalan di titik-titik rawan kerusakan. Menurutnya, jalan lintas Sumatera adalah urat nadi perekonomian di Pulau Sumatera dan kerusakan sekecil apapun bisa berbahaya bagi keselamatan jiwa. "Karena taruhannya adalah nyawa," ujarnya.
Lebih lanjut, Zigo menilai penanganan kecelakaan tidak cukup hanya pada pendataan korban, tetapi harus menjadi momentum evaluasi tata kelola transportasi publik dan pemeliharaan infrastruktur nasional. Ia juga menyoroti temuan adanya muatan tidak sesuai standar keselamatan di dalam bus penumpang, seperti tabung gas, sepeda motor, dan mesin. "Bus penumpang bukan truk logistik," tegasnya, menekankan pentingnya sanksi bagi operator yang lalai.
Zigo juga meminta pengawasan lebih ketat terhadap kendaraan pengangkut bahan berbahaya dan beracun (B3) serta armada pengangkut BBM. Pengawasan di terminal dan titik keberangkatan harus ditingkatkan agar kendaraan penumpang tidak disalahgunakan untuk mengangkut barang berbahaya. "Fungsi kontrol harus berjalan," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Zigo menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. "Saya menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga diberikan ketabahan," katanya.
Menurut Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, kecelakaan melibatkan bus ALS dengan nomor polisi BK-7778-DL dan mobil tangki R6 BG-8196-QB. Hasil penyelidikan awal menunjukkan kecelakaan terjadi saat bus mencoba menghindari lubang di jalan namun kehilangan kendali dan menabrak truk tangki, menyebabkan kebakaran hebat.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

3 hours ago
5

















































