Produksi Gemah-81 Capai 4,8 MMSCFD, PetroChina Tekan Biaya 15 persen

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAMBI -- Upaya peningkatan produksi gas domestik kembali mencatatkan progres. PetroChina International Jabung Ltd. (PCJL) berhasil menyelesaikan pengeboran dan uji produksi awal sumur pengembangan Gemah-81 pada 11 Februari 2026 dengan capaian produksi yang solid sekaligus efisiensi biaya yang signifikan.

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PetroChina Jabung Sukses Produksi Sumur Gemah-81 Dengan Efisiensi Biaya.docx None

Sumur Gemah-81 dirancang dengan tiga target reservoir, dengan target utama berada pada interval kedalaman 7.259–7.281 feet measured depth (MD). Berdasarkan hasil uji produksi, sumur tersebut mampu menghasilkan laju alir gas sebesar 4,8 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) dan kondensat sekitar 400 barel per hari. Hasil ini menunjukkan potensi reservoir yang kuat dan berkontribusi pada tambahan pasokan energi domestik.

Gas dan kondensat dari sumur tersebut direncanakan segera dialirkan ke fasilitas produksi eksisting di Gemah Station dalam waktu sekitar dua minggu. Pengaliran dilakukan melalui pemasangan pipa sepanjang kurang lebih 300 meter. Integrasi dengan infrastruktur yang telah tersedia memungkinkan percepatan monetisasi produksi tanpa memerlukan pembangunan fasilitas baru dalam skala besar.

Dari sisi biaya, proyek ini terealisasi sekitar 5,32 juta dolar AS atau setara 85 persen dari Authorization for Expenditure (AFE) yang telah disetujui oleh SKK Migas. Artinya, terdapat efisiensi sekitar 15 persen dari anggaran yang dialokasikan. Kegiatan pengeboran juga dilaporkan berlangsung aman tanpa insiden keselamatan kerja.

Capaian tersebut dinilai selaras dengan agenda peningkatan produksi migas nasional sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi. Di tengah fase transisi energi, gas bumi masih memegang peran strategis sebagai sumber energi yang relatif lebih bersih dan andal untuk menjaga stabilitas pasokan.

Ke depan, PCJL berencana melanjutkan pengeboran dua sumur tambahan, yakni Gemah-85 dan NEB-85 ST, guna menjaga momentum peningkatan produksi. Langkah ini menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan suplai energi nasional melalui optimalisasi lapangan eksisting.

Read Entire Article
Politics | | | |