PPDB 2026 Dibuka, Pesantren Tahfizh Ini Tawarkan Sekolah Formal Plus Hafal Alquran 30 Juz

1 hour ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memasuki musim Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2026, banyak orang tua mulai mempertimbangkan pilihan pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi serta tantangan pergaulan remaja yang semakin kompleks, kebutuhan akan lembaga pendidikan yang mampu memadukan keunggulan akademik dengan pembinaan akhlak dan nilai-nilai keislaman kian menjadi perhatian.

Pendiri Pondok Pesantren Raudhatul Quran, Ustazah Sahniar Saragi, menilai pendidikan yang seimbang antara ilmu umum dan ilmu agama menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Pondok Pesantren Tahfizh Raudhatul Qur'an membuka kesempatan bagi calon peserta didik baru yang ingin menempuh pendidikan formal sekaligus memperdalam hafalan Alquran dalam lingkungan berasrama yang kondusif.

"Lembaga pendidikan ini menerapkan sistem sekolah berbasis asrama pesantren dengan akreditasi A serta menyediakan jenjang pendidikan lengkap mulai dari SD, SMP hingga MA Plus Tahfizh," kata Ustazah Sahniar kepada Republika, Jumat (19/6/2026)

Menurutnya, dengan sistem tersebut, para santri tetap memperoleh pendidikan formal dan ijazah resmi negara, sekaligus menjalani program tahfizh Alquran secara terstruktur.

Salah satu keunggulan yang ditawarkan adalah kurikulum tahfizh berjenjang yang dirancang untuk menjaga kualitas hafalan santri. Program pembelajaran dimulai dari Level Tahsin untuk memperbaiki bacaan sesuai kaidah tajwid dan makhraj yang benar. Setelah itu, santri memasuki Level Ziyadah, yaitu tahap penambahan hafalan secara bertahap hingga mencapai target 30 juz.

Selanjutnya, santri yang telah menyelesaikan hafalan akan mengikuti Level Mutqin untuk memperkuat hafalan melalui berbagai evaluasi dan tasmi'. Adapun Level Sanad menjadi tahap lanjutan bagi santri yang memiliki kemampuan hafalan kuat dan memenuhi syarat untuk menyambungkan bacaan kepada sanad yang bersambung hingga Rasulullah SAW.

Ustazah Sahniar menambahkan, tidak hanya fokus pada hafalan Alquran, Pondok Pesantren Tahfizh Raudhatul Qur'an juga membekali santri dengan berbagai program pendukung. Di antaranya pembelajaran bahasa Arab dan bahasa Inggris melalui Arabic & English Club, pembinaan akhlak, kajian kitab kuning, bimbingan qori, hingga program akselerasi hafalan. Lembaga ini juga memberikan peluang bagi lulusan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk kesempatan studi ke Universitas Al-Azhar Mesir maupun perguruan tinggi dalam negeri melalui berbagai jalur pendidikan yang tersedia.

"Pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan yang diterapkan. Santri menjalani aktivitas harian yang terjadwal mulai dari salat tahajud, tilawah, kelas tahfizh, kegiatan belajar mengajar formal, hingga berbagai aktivitas pembinaan kemandirian. Lingkungan asrama yang terkontrol menjadi salah satu upaya untuk menciptakan suasana belajar yang lebih fokus dan produktif," ujar Ustazah Sahniar.

Untuk mendukung kenyamanan belajar, ia mengungkapkan, pesantren menyediakan berbagai fasilitas seperti masjid putra dan putri, ruang kelas, aula serbaguna, laboratorium komputer, laboratorium tahfizh, asrama, UKS, kantin, area hijau, kolam perikanan, kolam renang, saung tahfizh, hingga vila karantina tahfizh. Selain itu, santri juga dapat mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti murottal, hadroh, seni tari, bela diri, multimedia, kelas keterampilan, muhadharah, dan entrepreneurship.

Ustazah Sahniar menginformasikan, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027 masih dibuka hingga akhir Gelombang III pada Juni 2026. Kuota penerimaan santri dibatasi pada setiap gelombang guna menjaga kualitas pembelajaran dan kedekatan bimbingan antara guru dengan santri. Calon peserta didik dapat mendaftar untuk jenjang SD, SMP, maupun MA Plus Tahfizh.

Read Entire Article
Politics | | | |