REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di antara pemandangan yang menenteramkan hati ialah bintang-gemintang di langit malam yang cerah. Rasulullah Muhammad SAW menjadikan penampakan indah sebagai perumpamaan bagi hamba-hamba Allah yang dekat dengan Alquran.
Beliau mengibaratkan, rumah-rumah Mukminin yang di dalamnya Alquran dibacakan akan seterang bintang-gemintang. Yang menyaksikan mereka adalah malaikat penghuni langit.
"Sesungguhnya, rumah yang dibacakan di dalamnya Alquran, maka rumah tersebut akan terlihat oleh para penduduk langit sebagaimana terlihatnya bintang-bintang oleh penduduk bumi" (HR Ahmad).
Membaca Alquran tak hanya menerangi hati seorang Muslim, tetapi juga diri dan keluarganya. Keadaan rumah yang selalu menjadi tempat tadarus Alquran akan berbeda dengan yang sepi dari bacaan ayat-ayat suci. Yang pertama itu akan hidup, sedangkan yang lain seumpama kuburan.
Seperti diriwayatkan dari Abu Musa radhiyallohu ‘anhu, Nabi SAW bersabda, "Perumpamaan rumah yang disebut nama Allah di dalamnya dan rumah yang tidak disebut nama Allah di dalamnya, ialah seperti perumpamaan orang hidup dan mati" (HR Bukhari).
Bahkan, Rasulullah SAW memberikan penegasan. Beliau menasihati, "Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian pekuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surah al-Baqarah" (HR Muslim).
Rasululullah SAW mengumpamakan orang Muslim yang rajin membaca Alquran bagaikan buah limau, sedangkan orang yang tidak membaca Alquran bagaikan buah kurma.
Diriwayatkan dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, dari Abu Musa al-Asy'ari, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Perumpamaan orang mukmin yang membaca Alquran bagaikan buah limau, baunya harum dan rasanya lezat. Sedangkan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Alquran bagaikan kurma, tidak berbau tapi rasanya lezat."
Ayat-ayat suci Alquran yang dibaca oleh setiap Mukmin, kata Rasulullah, akan memberi syafaat kepada pembacanya pada hari kiamat kelak. Rasulullah SAW bersabda, "Puasa dan Alquran memberi syafaat kepada hamba Allah pada hari kiamat. Puasa berkata, 'Wahai Tuhanku, aku telah menghalanginya makan minum dan memenuhi syahwatnya pada siang hari, maka perkenankanlah aku memberi syafaat baginya.' Dan Alquran pun berkata, 'Aku telah menghalanginya tidur pada malam hari, maka perkenankanlah aku memberi syafaat baginya.' Lalu syafaat keduanya diterima Allah" (HR. Ahmad).

2 hours ago
4














































