REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat memberikan perhatian serius terhadap keberlanjutan pelestarian biota laut di wilayah selatan Jabar. Hal itu ditegaskan saat kunjungan kerja pimpinan dan anggota komisi ke Satuan Pelayanan (Satpel) Taman Pesisir Penyu Pantai Pangumbahan, Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, Rabu (11/2/2026).
Wakil Ketua Komisi II DPRD Jawa Barat, Lina Ruslinawati, menyatakan Pantai Pangumbahan merupakan benteng penting bagi kelestarian penyu di Jawa Barat selain kawasan Pangandaran. Karena itu, perlindungan terhadap penyu hijau dinilai bukan sekadar urusan teknis, melainkan tanggung jawab lintas sektor.
“Penyu adalah biota laut istimewa yang tidak dimiliki semua daerah. Di Jawa Barat, pusat konservasi seperti ini sangat terbatas. Komitmen pemerintah kabupaten, provinsi hingga pusat harus selaras untuk melindungi habitat penyu hijau,” ujar Lina.
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka evaluasi pelaksanaan program Tahun Anggaran 2025 sekaligus mematangkan perencanaan strategis Tahun Anggaran 2026, khususnya untuk menjaga ekosistem penyu yang kian langka.
Dalam evaluasi lapangan, Komisi II menemukan sejumlah tantangan teknis yang menghambat optimalisasi riset dan perawatan penyu. Salah satu persoalan krusial adalah infrastruktur kelistrikan yang belum memadai untuk mendukung operasional perangkat laboratorium modern di Satpel.
Sumber listrik terdekat berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi utama. Kondisi ini membuat suplai daya rentan terganggu. Padahal, perangkat laboratorium dan peralatan elektronik sangat bergantung pada aliran listrik yang stabil.
Gangguan tegangan berisiko merusak alat-alat sensitif serta menghambat proses penelitian dan penetasan. Selain itu, jarak yang cukup jauh juga menyulitkan mobilitas teknis ketika terjadi gangguan.
Respons penanganan menjadi tidak optimal, sementara aktivitas konservasi menuntut ketepatan dan kecepatan. Menanggapi temuan itu, Komisi II memastikan akan mengawal kebutuhan infrastruktur kelistrikan agar masuk dalam skala prioritas anggaran mendatang.
“Kami ingin memastikan pusat konservasi ini memiliki fasilitas yang layak. Infrastruktur listrik yang stabil adalah kebutuhan mendesak agar fungsi edukasi, penelitian, dan pelestarian biota laut berjalan berkelanjutan,” tegas Lina dalam keterangan, Jumat (13/2/2026).
Kunjungan diakhiri dengan dialog bersama Kelompok Konservasi Penyu setempat guna menyerap aspirasi terkait pemberdayaan masyarakat pesisir dalam menjaga ekosistem laut Jawa Barat secara berkelanjutan.

2 hours ago
4














































