Mentan Siap Percepat Peremajaan Tebu Demi Swasembada Gula 2 Tahun

1 day ago 21

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan komitmennya untuk mempercepat program peremajaan tebu nasional guna mencapai target swasembada gula dalam dua tahun. Target ambisius ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang ingin memperkuat kemandirian pangan nasional.

"Kami siap menjalankan arahan Bapak Presiden. Seluruh jajaran Kementerian Pertanian akan bekerja maksimal bersama pemerintah daerah, BUMN, dunia usaha, dan petani agar target swasembada gula dalam dua tahun dapat diwujudkan," kata Mentan dalam keterangan yang terkonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Percepatan peremajaan tebu ini akan dilakukan melalui serangkaian langkah strategis. Fokus utamanya meliputi modernisasi budi daya, peningkatan produktivitas, penggunaan benih unggul, mekanisasi pertanian, serta penguatan kemitraan dengan petani dan industri gula.

Menurut Mentan, langkah ini tidak hanya vital untuk meningkatkan produksi gula nasional dan mengurangi ketergantungan impor, tetapi juga secara langsung bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani tebu di seluruh Indonesia.

Target Ambisius Presiden

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menargetkan Indonesia mampu mencapai swasembada gula dalam dua tahun. Target ini lebih cepat dari proyeksi awal yang membutuhkan waktu empat tahun dan menjadi bagian dari percepatan agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan.

Target tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Panen Raya dalam Rangka TNI Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). Presiden mengungkapkan bahwa Mentan Andi Amran Sulaiman sebelumnya melaporkan program peremajaan tebu seluas 100 ribu hektare per tahun yang diproyeksikan mampu mewujudkan swasembada gula dalam empat tahun.

Namun, setelah berdiskusi, Mentan dengan penuh keyakinan menyatakan target tersebut dapat dipercepat menjadi dua tahun. "Tadi, Menteri Pertanian melaporkan kepada saya program kita sekarang adalah 100 ribu hektare per tahun. Dengan demikian akan dicapai dalam empat tahun. Tapi, setelah saya tanya lagi ke beliau, dengan gagah dan berani beliau mengatakan, 'Pak, kita bisa dalam dua tahun'," ujar Presiden Prabowo.

Mendengar komitmen itu, Presiden menyampaikan apresiasi dan pesan khusus kepada Mentan yang langsung disambut tepuk tangan para peserta. "Saya bilang bagus, tapi jangan masuk rumah sakit Menteri Pertanian. Janji, dua tahun tapi You tidak masuk rumah sakit. Negara dan bangsa masih butuh kau," kata Presiden.

Strategi Besar Kemandirian Bangsa

Presiden menegaskan percepatan swasembada gula merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat kemandirian bangsa. Setelah berhasil mencapai target swasembada pangan, pemerintah kini terus bergerak menuju swasembada energi dan memperkuat ketahanan air.

"Target kita swasembada pangan sudah kita capai. Sekarang swasembada energi kita sedang menuju. Swasembada air sedang kita rintis, sehingga semua rakyat kita punya akses kepada air bersih dan air untuk tanaman," ujarnya.

Presiden juga mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran pemerintah, TNI, Polri, kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga para petani yang terus bekerja mengawal berbagai program strategis nasional. Ia menekankan bahwa kerja keras tersebut dilakukan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat dan membuktikan bahwa Indonesia mampu berdiri di atas kekuatannya sendiri.

"Kita mengejar sasaran karena rakyat sudah terlalu lama mengalami kehidupan yang tidak selayaknya dialami oleh negara besar dan kaya seperti Indonesia. Kita akan buktikan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia sedang bangkit dengan kekuatan kita sendiri. Tidak ada bangsa lain yang akan membangun Indonesia selain kita sendiri," tegas Kepala Negara.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Politics | | | |