Lapas Banjarmasin Cetak 30 Warga Binaan Jadi Pelaku UMKM Sablon

3 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARMASIN,

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mencetak 30 warga binaan sebagai calon pelaku UMKM sablon. Program pelatihan bersertifikat ini digelar untuk mendorong lahirnya produk bernilai ekonomi dan membangun kemandirian setelah masa pidana usai.

Penyerahan sertifikat dilakukan langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, di Banjarmasin, Kamis. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang didukung oleh Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pelindo Regional 3 Subregional Kalimantan.

“Peserta dibekali dengan keterampilan menyablon kaos, mug, dan pembuatan lanyard kartu identitas melalui pendampingan instruktur Rumah Kaos Warna Banjarbaru,” ujar Akhmad Herriansyah. Ia menambahkan bahwa instruktur mengajarkan teknik penyablonan, penggunaan peralatan, hingga proses produksi agar peserta mampu menghasilkan produk bernilai jual dan siap dikembangkan menjadi usaha mandiri.

Bekal Kemandirian Ekonomi

Akhmad menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan upaya membangun kemandirian ekonomi warga binaan melalui peningkatan keterampilan produktif. Program ini sekaligus menjadi cikal bakal lahirnya produk UMKM baru dari Lapas Banjarmasin yang dapat dipromosikan kepada masyarakat luas.

“Semoga pelatihan ini bermanfaat bagi warga binaan. Mudah-mudahan keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” katanya. Ia berharap hasil karya sablon dari lapas dapat dikenal dan memiliki daya saing di pasaran.

Apresiasi dan Harapan Kolaborasi

Konsultan Program TJSL PT Pelindo Regional 3 Subregional Kalimantan, Rafy Setya, mengapresiasi antusiasme warga binaan selama mengikuti pelatihan. Ia berharap kolaborasi ini mampu memotivasi lebih banyak peserta untuk mengembangkan keterampilan produktif yang dapat menjadi sumber penghasilan setelah kembali ke masyarakat.

Seorang peserta pelatihan berinisial DY mengaku bersyukur memperoleh kesempatan mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Ia meyakini keterampilan menyablon kaos, mug, dan membuat lanyard kartu identitas dapat menjadi bekal untuk merintis usaha secara mandiri setelah menyelesaikan masa pidana nanti.

Melalui program tersebut, Lapas Kelas IIA Banjarmasin dan PT Pelindo Regional 3 Subregional Kalimantan berupaya melahirkan produk-produk kreatif yang memiliki daya saing dan nilai jual. Tujuan utamanya adalah mencetak calon pelaku UMKM baru yang berkontribusi terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat setelah warga binaan menyelesaikan masa pembinaan.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Politics | | | |