Lakukan Riset dengan Perguruan Tinggi, LPS Tentukan Arah Kebijakan Dengan Pendekatan Akademik

12 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melakukan riset bersama dengan perguruan tinggi sebagai tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah disetujui sebelumnya. Kolaborasi LPS dengan perguruan tinggi merupakan salah satu upaya LPS dalam membuat kebijakan ke depan terkait penyelenggaraan program penjaminan simpanan dan polis asuransi melalui pendekatan akademik yang sistematis dan berbasis metodologi ilmiah.

Riset bersama yang dilakukan oleh LPS ini melibatkan beberapa perguruan tinggi. Kolaborasi dengan dunia pendidikan dalam menentukan arah kebijakan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi LPS, karena bagaimanapun juga LPS membutuhkan beberapa pandangan dan analisis yang lebih kuat dan presisi.

Melalui penandatanganan dokumen riset bersama yang dilakukan di Kampus UGM pada 26 Februari 2026, menjadi awalan dari proses riset bersama yang akan dilaksanakan. Penandatanganan dokumen riset bersama dilakukan oleh perwakilan LPS, Seto Wardono, perwakilan UGM, Elan Satriawan, dan perwakilan UNS, Prof Irwan Trinugroho. Penandatanganan juga disaksikan langsung oleh Ketua Dewan Komisioner LPS, Prof  Anggito Abimanyu serta beberapa wakil rektor dan dekan dari perguruan tinggi yang terlibat.

Pada sambutannya, Ketua Dewan Komisioner LPS, Prof Anggito Abimanyu turut menyampaikan bahwa sebagai lembaga yang menjadi penyelenggara program penjaminan dan resolusi, penting bagi LPS untuk membuat suatu kebijakan yang berbasis data dan mendalam agar kami bisa lebih memahami dinamika-dinamika yang sebenarnya terjadi di lapangan terutaman sektor keuangan.

"Saat ini LPS sedang memperkuat fungsi riset dan surveilans kami dengan melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi. Harapan kami kerja sama ini menjadi langkah yang strategis untuk dapat mengintegrasikan kebijakan dan menghasilkan temuan empiris dan insight yang relevan, presisi, serta dapat ditindaklanjuti. Sehingga kebijakan ke depannya menjadi lebih akurat" ujar Anggito, Jumat (27/2/2026).

Momentum ini menjadi penanda bahwa kerja sama LPS dengan perguruan tinggi tidak berhenti pada tataran dokumen, tetapi diwujudkan dalam program yang konkret dan juga menjadi lebih terukur.

Selain pelaksanaan riset bersama, tindak lanjut PKS antara LPS dengan perguruan tinggi juga termasuk pemberian beasiswa kepada mahasiswa. Tahun 2026 LPS kembali menyelenggarakan program Beasiswa Utama LPS yang di mana program ini sudah berjalan selama tiga tahun. Program beasiswa tahun ini diberikan kepada 173 mahasiswa dari 14 perguruan tinggi di Indonesia. Pada program ini, peserta mendapatkan beberapa benefit seperti dukungan finansial, pelatihan soft skill, capacity building, dan beberapa program lainnya guna mendukung generasi muda agar memiliki daya saing yang tinggi.

Prof Anggito menyampaikan bahwa program Beasiswa Utama LPS ini merupakan niat baik kami dalam melahirkan genarasi muda yang lebih unggul dan kompeten, sehingga pada masa yang akan datang, para generasi muda ini lebih siap saat menjadi pembuat kebijakan dan ketika menduduki posisi-posisi penting yang menentukan nasib dan arah bangsa ini.

“Program ini merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan memiliki literasi ekonomi serta keuangan yang kuat dengan sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas," ujar Anggito.

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama Universitas Gadjah Mada Danang Sri Hadmoko yang juga hadir pada kesempatan tersebut. Menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada LPS yang saat ini gencar melakukan dan turut memberikan perhatian kepada perguruan tinggi untuk melahirkan kebijakan dan SDM yang unggul untuk masa yang akan datang. Ia berharap, LPS akan selalu menjaga komitmen dan konsistensinya dalam memberikan dukungan kepada perguruan tinggi.

“Kami berterima kasih sebesar-besarnya kepada LPS yang selalu memberikan dukungan dan perhatian kepada kami, dengan tujuan yang sama pastinya yaitu untuk mendukung kemajuan bangsa ini terutama di bidang pendidikan. Oleh karena itu, bagi perguruan tinggi dan mahasiswa yang mendapatkan program-program dari LPS, dapat memanfaatkan semaksimal mungkin dan sebaik-baiknya supaya kerja sama ini juga memberikan hasil yang maksimal sesuai harapan kita semua," ujar Danang.

LPS juga memberikan kesempatan kepada para mahasiswa dalam mencari pengalaman melalui program magang di LPS. Sehingga, ketika lulus kuliah para mahasiswa nantinya menjadi lebih siap ketika memasuki dunia kerja yang sesungguhnya dengan pengalaman magang yang sudah dimiliki sebelumnya.

Melalui program LPS Peduli Bakti Bagi Negeri, LPS juga memberikan bantuan berupa 60 unit komputer untuk Sekolah Vokasi UGM untuk mendukung dan menunjang proses perkuliahan. Dengan dukungan teknologi yang lebih modern diharapkan mahasiswa menjadi lebih mudah untuk mengakses informasi, jurnal dan media interaktif lainnya sehingga proses perkuliahan seperti pengerjaan tugas dapat berjalan maksimal.

Read Entire Article
Politics | | | |