REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Ketua Yayasan Universitas Jayabaya, Moestar Putrajaya, menilai pemberantasan korupsi merupakan ujian kepemimpinan yang sangat penting bagi Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, korupsi menjadi ancaman serius bagi terwujudnya Indonesia yang adil, maju, dan sejahtera.
“Terungkapnya berbagai kasus menunjukkan penegakan hukum terus berjalan. Namun, banyaknya kasus yang muncul juga menjadi pengingat bahwa korupsi masih menjadi persoalan serius yang harus diberantas secara konsisten,” ujar Moestar dalam siaran persnya, Senin (20/7/2026).
Ia menegaskan, korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan pengkhianatan terhadap amanah rakyat. Setiap dana yang diselewengkan, katanya, berarti berkurangnya kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan, layanan kesehatan, dan pembangunan yang layak.
Karena itu, Moestar menyatakan dukungannya terhadap komitmen Presiden Prabowo dalam membangun pemerintahan yang bersih dan memperkuat pemberantasan korupsi. Menurutnya, komitmen tersebut harus diwujudkan melalui penegakan hukum yang adil, transparan, dan tanpa pandang bulu.
“Kepercayaan rakyat akan tumbuh ketika hukum berdiri sama tegaknya bagi setiap orang,” katanya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa perang melawan korupsi tidak dapat dipikul Presiden seorang diri. Pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, pelaku usaha, media massa, tokoh agama, dan masyarakat harus berdiri dalam satu barisan menolak korupsi dalam bentuk apa pun.
Moestar meyakini perguruan tinggi memiliki tanggung jawab melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas. Menurutnya, pendidikan karakter harus menjadi fondasi utama dalam membangun budaya antikorupsi.
“Kejujuran, tanggung jawab, dan integritas harus ditanamkan sejak dini agar lahir generasi yang memiliki keberanian menolak praktik korupsi dalam bentuk apa pun,” ujarnya.
Ia juga berharap Presiden Prabowo terus memimpin perjuangan melawan korupsi dengan keberanian dan ketegasan.
“Rakyat tidak menuntut pemimpin yang sempurna, tetapi rakyat selalu menghormati pemimpin yang berani berpihak kepada kebenaran dan menjaga amanah,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Moestar menegaskan bahwa sejarah tidak hanya akan mengingat pemimpin dari capaian ekonomi atau pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuannya menjaga kepercayaan rakyat dan mewariskan pemerintahan yang bersih.
“Korupsi merampas bukan hanya uang negara, tetapi juga masa depan bangsa. Indonesia akan menjadi besar bukan semata karena kekayaan alamnya, melainkan karena tegaknya integritas para pemimpinnya dan tumbuhnya kejujuran di tengah masyarakat,” pungkasnya.

19 hours ago
12
















































