REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI, Sodiq Mudjahid menegaskan bahwa penyaluran bantuan beasiswa senilai Rp 22 miliar untuk pelajar asal Palestina merupakan murni dana titipan kedermawanan masyarakat Indonesia untuk kemanusiaan, serta tidak memotong maupun mengganggu alokasi dana zakat untuk kebutuhan domestik dalam negeri.
Pernyataan ini meluruskan pembicaraan publik yang sempat ramai terkait besarnya nilai bantuan pendidikan untuk Palestina tersebut.
"Bapak-bapak, saya izinkan sedikit menjelaskan tentang Palestina, karena tadi malam agak heboh. Baznas banyak sekali uangnya, sampai memberi ke Palestina beasiswa Rp 22 miliar," ujar Sodiq di hadapan para peserta Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu (25/7/2026).
Sodiq menjelaskan, tingginya angka bantuan tersebut berbanding lurus dengan besarnya kepedulian masyarakat Indonesia terhadap krisis kemanusiaan yang menimpa bangsa Palestina. Hingga saat ini, akumulasi titipan donasi publik khusus Palestina yang terhimpun melalui Baznas telah mencapai sekitar Rp 200 miliar.
"Per hari ini, orang yang titip untuk Palestina masih banyak, terkumpul kurang lebih Rp 200 miliar. Itu sebagai bentuk kepedulian orang Indonesia kepada Palestina. Jadi yang kami serahkan kemarin itu tidak mengganggu uang-uang untuk domestik. Dan bisa jadi, yang domestik jumlahnya belum sebesar yang Palestina," ucapnya.
Lebih lanjut, Sodiq menyampaikan bahwa program beasiswa ini merupakan bagian dari rangkaian wujud kepedulian bangsa Indonesia yang telah dilaporkan kepada Presiden RI melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg).
"Jadi sekali lagi, dananya besar Palestina karena kepedulian masyarakat Indonesia dan tidak mengganggu dana domestik yang jumlahnya bisa jadi tidak sebesar Palestina," katanya.
Sebelumnya, pada pembukaan KUII VIII, Jumat (24/7/2026), MUI dan Baznas RI secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) penyaluran beasiswa pendidikan senilai Rp 22 miliar tersebut. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dan Ketua Umum Baznas RI Sodik Mudjahid.
Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis menegaskan bahwa program beasiswa ini bukan sekadar bantuan logistik biasa, melainkan langkah strategis mempererat diplomasi kebudayaan serta melahirkan calon-calon pemimpin masa depan Palestina.
“Kita membantu bagaimana putra-putri dari Palestina yang akan menjadi pemimpin di masa mendatang diberi beasiswa di Indonesia. Melalui kehadiran mereka di kampus-kampus tanah air, terjadi pertukaran pemikiran yang positif. Nilai-nilai kedamaian, keberagaman, dan kebangsaan Indonesia diharapkan dapat diserap untuk membangun Palestina di masa depan,” kata Kiai Cholil.
Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah ini menambahkan, sejak awal, seluruh komponen bangsa dan ulama konsisten mendukung kemerdekaan Palestina, baik melalui diplomasi politik maupun aksi nyata di lapangan.
Penandatanganan kerja sama bernilai Rp 22 miliar yang dikelola secara produktif bersama MUI ini disaksikan oleh peserta KUII VIII, pimpinan lembaga negara, serta deretan tokoh nasional seperti Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurrahman, Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, dan Kepala BRIN Prof Arief Satria.
Turut hadir pula para duta besar negara sahabat, di antaranya Dubes Palestina untuk Indonesia Abdulfattah AK Al-Sattari, serta diplomat dari Arab Saudi, Qatar, Iran, Malaysia, dan Yaman.

1 day ago
34












































