foto selebaran yang disediakan oleh Kantor Angkatan Darat Iran menunjukkan pasukan Angkatan Darat Iran selama latihan militer di kawasan Selat Hormuz.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Komandan Angkatan Darat IRGC Brigadir Jenderal Mohammad Karami mengatakan pada Selasa (24/3/2026) bahwa pasukannya berada pada puncak kekuatan dan kesiapan. Entitas zionis, AS, dan musuh lainnya, kata Karami, akan menerima respons menghancurkan atas segala ancaman agresi.
Dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh Fars News, Karami mengatakan bahwa Angkatan Darat IRGC dalam moral tinggi dan niat kuat, dan sangat siap siaga, merujuk pada "kebajikan dari Pemimpin Revolusi dan kehadiran dari rakyat di medan perang."
Angkatan Darat IRGC memiliki spesialisasi dalam operasi pertahanan. Mereka mengoperasikan sebuah jaringan kota rudal bawah tanah, peluncur roket berjalan, dan unit drone yang mampu menargetkan pasukan masuk baik di dalam dan luar perbatasan Iran.
Iran dilaporkan telah menebalkan sistem pertahannya di kawasan khususnya di daerah strategis perbatasan dengan Irak, di mana markas AS berlokasi, dan juga di kawasan tenggara Iran dekat dengan Selat Hormuz.
Adapun, AS dilaporkan mempertimbangkan operasi militer darat untuk merebut Pulau Kharg di Iran, seiring percepatan pengerahan pasukan ke kawasan, menurut harian The Jerusalem Post. Sebelumnya, laporan Axios pada 20 Maret menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump siap mengambil alih Pulau Kharg guna menekan Teheran agar membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Seorang pejabat AS mengatakan militer telah mempercepat pengerahan ribuan personel Marinir dan Angkatan Laut ke Timur Tengah. Sementara pada 22 Maret, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan semua opsi masih terbuka dan tidak menutup kemungkinan mengirim pasukan ke pulau tersebut.
Mantan direktur Pusat Kontraterorisme Nasional AS Joe Kent menilai bahwa rencana pengerahan pasukan AS ke Pulau Kharg akan menjadi bencana karena berisiko membuat pasukan AS menjadi "sandera" persenjataan Iran. "Saya hanya berpikir itu akan menjadi bencana," kata Kent dalam sebuah wawancara dengan Washington Post.
"Pada dasarnya, itu akan memberikan Iran sejumlah sandera di sebuah pulau yang dapat mereka bombardir dengan drone dan rudal," tambahnya.
sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti

2 hours ago
4















































