Penyanyi Kolombia Shakira dan Ghetto Kids tampil saat pertunjukan paruh waktu pertandingan final Piala Dunia FIFA 2026 antara Spanyol melawan Argentina, di New Jersey, AS, 19 Juli 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kelompok tari asal Uganda, Ghetto Kids, sukses mencuri perhatian dalam pertunjukan paruh waktu Final Piala Dunia 2026 yang digelar di New York New Jersey Stadium, Ahad (19/7/2026). Tampil sebagai penari latar dalam penampilan Shakira dan Burna Boy yang membawakan lagu"Dai Dai", Ghetto Kids memukau penonton dengan koreografi yang energik.
Selain penampilannya, perjalanan hidup Ghetto Kids juga sangat menginspirasi. Berawal dari anak-anak jalanan di Kampala, Uganda, mereka kini berhasil tampil di panggung bersejarah Piala Dunia FIFA 2026 bersama Shakira.
Profil Ghetto Kids
Ghetto Kids merupakan bagian dari Triplets Ghetto Kids, kelompok tari dan organisasi nirlaba asal Uganda yang beranggotakan anak-anak yatim piatu serta anak jalanan dari daerah kumuh Katwe di Kampala, Uganda. Mereka dibina dan diasuh oleh Kavuma Dauda, seorang mantan guru matematika yang juga pernah merasakan hidup di jalanan.
Triplets Ghetto Kids terdaftar sebagai organisasi nirlaba sejak tahun 2013, setelah kelompok tari tersebut meraih kesuksesan tak terduga melalui video tari buatan sendiri untuk lagu "Sitya Loss" milik penyanyi Uganda, Eddy Kenzo. Melalui yayasan tersebut, musik, tari, dan drama dimanfaatkan sebagai sarana untuk membantu anak-anak memperoleh kehidupan yang lebih baik.
Nama Ghetto Kids mulai mendunia pada 2017 melalui video tari mereka untuk lagu Afro house "Marimba Rija" karya musisi Angola Dotorado Pro. Koreografi video tersebut dibuat oleh koreografer kelahiran Rwanda, Sherrie Silver, yang telah dikenal secara internasional. Video itu meraih 25 juta penayangan pada masanya.
Lagu "Marimba Rija" dinilai mewakili identitas Ghetto Kids. Marimba merupakan alat musik perkusi yang menjadi bagian penting dari berbagai tradisi musik di Afrika. Sementara itu, lagu tersebut diproduksi oleh salah satu bintang utama musik Afro house dan kuduro, genre musik dan tari yang berkembang di Luanda, Angola, pada akhir 1980-an. Dalam video tersebut, Ghetto Kids memadukan unsur-unsur tari tradisional dengan gerakan orisinal hasil kreativitas mereka sendiri.

7 hours ago
7















































