REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Sejumlah peristiwa humaniora menarik terjadi di berbagai daerah di Indonesia pada Minggu (19/7/2026). Kegiatan tersebut meliputi gelaran budaya nusantara yang meriah hingga seruan penting untuk memperkuat perlindungan anak menjelang peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026.
Dari Jawa Timur, tepatnya di Alun-Alun Kabupaten Situbondo, lebih dari seratus ribu masyarakat dan jamaah mengikuti acara selawat nariyah dalam rangka Haul Masyayikh. Mereka bersama-sama mendoakan para ulama dan tokoh masyarakat se-nusantara yang telah wafat, serta memohon kebaikan bagi bangsa.
Bupati Situbondo yang juga Ketua Panitia, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meneladani perjuangan para pendahulu. "Tentu yang pertama harapannya dalam Haul Masyayikh ini mendoakan masyayikh dan tokoh masyarakat se-nusantara, mendapatkan berkah. Selain itu juga mendoakan bangsa Indonesia lebih baik," katanya.
Kemeriahan Tradisi Lokal di Berbagai Daerah
Kemeriahan juga terlihat di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Ribuan orang antusias mengikuti tradisi Memet Ikan di Kolam Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes. Tradisi yang digelar dalam rangka memperingati HUT Ke-222 Kabupaten Klaten ini diserbu warga dari berbagai daerah yang membawa jaring untuk menangkap ikan.
Salah satu peserta, Supriyadi (42), warga Desa Tambaksari, mengaku berhasil membawa pulang cukup banyak ikan. "Tadi dapatnya bawal, lumayanlah. Ada juga yang besar, dapat sekitar lima ekor," ujarnya.
Sementara itu, di Kota Bandarlampung, Wali Kota Eva Dwiana menegaskan bahwa acara Begawi Bandarlampung menjadi sarana penting untuk memperkenalkan budaya daerah kepada generasi muda. Kegiatan ini dimeriahkan dengan Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya yang menampilkan kekayaan budaya setempat.
Di Palembang, Sumatera Selatan, lebih dari seribuan warga meramaikan parade busana kebaya di Jembatan Ampera. Acara yang digelar untuk memperingati Hari Kebaya Nasional 2026 ini diikuti oleh kaum perempuan yang memadukan kebaya dengan kain songket modern.
Ketua Umum DPP Perempuan Indonesia Maju (PIM), Lana T Koentjoro, mengatakan bahwa gerakan berkebaya ini tidak hanya melestarikan budaya tetapi juga memperkuat ekonomi keluarga melalui pemberdayaan perempuan. "Gerakan berkebaya berjalan kaki dari Jembatan Ampera menuju Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Kota Palembang ini secara nyata memperkuat ekonomi keluarga melalui pemberdayaan perempuan," katanya.
Ajakan Kolaborasi untuk Perlindungan Anak
Menjelang peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2026, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat kolaborasi. Ia menekankan pentingnya pemenuhan hak dan perlindungan bagi setiap anak.
"Menjelang Hari Anak Nasional pada 23 Juli, mari kita jadikan momentum ini untuk semakin mencintai, melindungi, dan memenuhi hak setiap anak. Anak-anak adalah masa depan bangsa yang harus kita dukung agar (anak) dapat meraih cita-citanya," ujar Menteri PPPA Arifah Fauzi.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

21 hours ago
10

















































