Trump Umumkan Negara Penyumbang di BoP, Indonesia Belum Masuk

2 hours ago 3

Kemenlu menyatakan Indonesia tak wajib menyumbang ke Dewan Perdamaian.

Rep: Bambang Noroyono,Bambang Noroyono,Fitriyan Zamzami/ Red: Fitriyan Zamzami

Presiden Prabowo Subianto (ketiga kanan) menyaksikan Presiden AS Donald Trump (C) memegang piagam pendirian Dewan Perdamaian saat World Economic Forum (WEF) 2026 di Congress Hall, Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). 

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump mengumumkan sembilan anggota Dewan Perdamaian alias Board of Peace setuju untuk menjanjikan 7 miliar dolar AS untuk paket bantuan Gaza. Indonesia tak masuk dalam daftar negara-negara tersebut.

“Bersama-sama, kami berkomitmen untuk mencapai Gaza yang dikelola dengan baik,” kata Donald Trump menjelang pertemuan perdana Dewan Perdamaian di Washington, DC, Kamis.

Dia mengatakan UEA, Kazakhstan, Azerbaijan, Pakistan, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uzbekistan dan Kuwait semuanya telah menyumbang total lebih dari 7 miliar dolar AS untuk paket bantuan untuk Gaza. Selain itu, AS akan menyumbang 10 miliar dolar AS, tambahnya. 

Tak ia jelaskan apakah dana yang dikumpulkan tersebut merupakan iuran Dewan Perdamaian yang disebut dalam piagam lembaga tersebut. Dalam piagam itu, negara anggota harus membayar senilai 1 miliar dolar AS untuk mendapat kursi tetap.

Dengan pengumuman Trump, total dana yang terkumpul di Dewan Perdamaian bakal mencapai 17 miliar dolar AS. Patut dicatat bahwa PBB memerkirakan pemulihan Gaza bakal membutuhkan sedikitnya 50 miliar dolar AS .

Dalam pidatonya, Trump mencoba menepis kekhawatiran bahwa Dewan Perdamaian akan menyaingi PBB. Ia mengatakan dia mendukung PBB, tetapi lembaga itu belum memanfaatkan potensinya. “Saya pikir PBB mempunyai potensi besar, potensi yang sangat besar,” katanya.

Perwakilan dari hampir 50 negara dan Uni Eropa diperkirakan akan mengirimkan pengamat atau delegasi ke pertemuan perdana dewan tersebut. Board of Peace sebelumnya telah diberi mandat oleh Dewan Keamanan PBB namun tetap dicurigai dapat digunakan Trump menyaingi lembaga dunia tersebut. 

Read Entire Article
Politics | | | |