Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Prof Sudarnoto Abdul Hakim, Jumat (31/10/2025).
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi merespons permintaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar Indonesia keluar dari Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat Donald J Trump.
Pemerintah menegaskan akan membuka dialog dengan MUI untuk menjelaskan pertimbangan strategis di balik keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Profesor Sudarnoto Abdul Hakim bersyukur adanya undangan dialog dari pihak istana.
"Kekhawatiran saya memang kalau tidak ada komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat luas dalam soal yang sungguh sangat penting ini akan menimbulkan masalah serius di dalam negeri," kata Sudarnoto kepada Republika, Selasa (3/2/2026).
Sudarnoto mengungkapkan, MUI tidak ingin terjadi adanya kesenjangan dan perpecahan antara pemerintah dan masyarakat. Dia pun berharap, dialog tersebut bisa membuahkan manfaat bagi kepentingan nasional Indonesia, Palestina, keadilan dan perdamaian dunia. "Isu global peace and justice ini fundamental yang saat ini diporak porandakan oleh rezim Amerika Serikat,” kata dia.
Ia menambahkan, sebagai negara cinta damai, pejuang kemerdekaan dan penghapus penjajahan, Indonesia harus tetap kokoh dan konsisten dengan sikap untuk membela Palestina demi kemerdekaan negeri para nabi tersebut. Indonesia dinilai juga harus ikut serta menghapus penjajahan termasuk yang dilakukan Israel dan didukung Amerika Serikat.
"Terima kasih Pak Presiden, Insya Allah kami selalu dengan bapak untuk perjuangan kemerdekaan Palestina dan menghapus penjajahan,"ujar Sudarnoto.
sumber : Antara

1 day ago
7















































