Katering Tradisional Bertahan di Kota Besar, Ini Strategi Pelaku Usaha

2 hours ago 3

Royal Tumpeng, pelaku usaha katering tumpeng yang beroperasi sejak 2014, memilih memperluas variasi menu dan memperkuat pengelolaan distribusi sebagai bagian dari strategi mempertahankan pasar Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Aktivitas sosial dan korporasi di wilayah Jabodetabek masih menopang permintaan jasa katering berbasis tradisi, termasuk nasi tumpeng. Meski pola konsumsi masyarakat terus berubah, segmen katering acara dinilai tetap memiliki pasar tersendiri di kawasan perkotaan.

Kondisi tersebut mendorong pelaku usaha untuk menyesuaikan model layanan agar tetap relevan di tengah persaingan industri kuliner yang semakin padat. Royal Tumpeng, pelaku usaha katering tumpeng yang beroperasi sejak 2014, memilih memperluas variasi menu dan memperkuat pengelolaan distribusi sebagai bagian dari strategi mempertahankan pasar Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Selain tumpeng tradisional, mereka juga menyediakan varian modern serta produk katering pendukung seperti nasi box, snack box, dan layanan prasmanan.

Diversifikasi ini dinilai menjadi pendekatan umum di sektor katering perkotaan, seiring meningkatnya kebutuhan konsumen akan layanan terintegrasi dalam satu penyedia. Pelaku usaha juga dituntut lebih fleksibel dalam merespons permintaan, termasuk pesanan dalam waktu singkat.

Dari sisi operasional, Royal Tumpeng menerapkan sistem pengiriman internal untuk menjaga konsistensi layanan. Model ini dipilih di tengah meningkatnya ketergantungan industri kuliner terhadap platform pihak ketiga, yang kerap berdampak pada struktur biaya dan kendali kualitas.

“Kami berkomitmen menjaga kualitas rasa, tampilan, dan ketepatan waktu pengiriman agar setiap pesanan dapat mendukung momen penting pelanggan,” ujar Mohamad Wahyu Vidyanto, perwakilan Royal Tumpeng, Rabu (4/2/2026).

Ia menambahkan bahwa pengiriman dilakukan oleh tim delivery internal, bukan melalui taksi online, untuk memastikan pesanan diterima sesuai standar dan kondisi terbaik. Selain tantangan distribusi, pelaku usaha katering juga menghadapi perubahan perilaku konsumen yang semakin mengutamakan kemudahan pemesanan, transparansi ulasan, serta kecepatan layanan.

Di tengah berubahnya pola konsumsi masyarakat, pelaku usaha harus terus menyesuaikan strategi layanan seiring dinamika pasar. Penyesuaian tersebut menjadi strategi untuk menjaga keberlanjutan bisnis di tengah kompetisi katering perkotaan yang semakin ketat dan sensitif terhadap harga maupun kualitas layanan.

Read Entire Article
Politics | | | |