Chief Investment Officer (CIO) BP Danantara Pandu Patria Sjahrir (kanan) berdialog bersama Dirpem LKBN ANTARA Irfan Junaidi (kiri) pada acara ANTARA Business Forum 2025 di Jakarta, Rabu (19/11/2025). Dialog tersebut membahas tentang sudut pandang mengoptimalkan bisnis dan memaksimalkan imbal hasil investasi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Danantara Indonesia menggelontorkan investasi senilai 2,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp44,5 triliun dalam memperkuat industri peternakan Tanah Air. Hal ini tertuang dalam kemitraan strategis jangka panjang Danantara Investment Management (DIM) dengan produsen daging global terkemuka asal Brasil, JBS Group.
Dana tersebut akan difokuskan pada pengembangan rantai pasok dan peningkatan produksi daging, dengan target menjadikan Indonesia sebagai salah satu pemain utama di pasar daging Asia. Kolaborasi ini melahirkan sebuah perusahaan patungan (joint venture) untuk membidik industri protein di kawasan Asia Tenggara, Australia, serta Selandia Baru, di mana Danantara akan menguasai 25 persen kepemilikan saham.
"Selain mendapatkan akses terhadap ekosistem bisnis yang telah mapan di pasar internasional yang maju, kemitraan ini diharapkan dapat memanfaatkan pengalaman sekaligus jalur distribusi dari perusahaan protein global terkemuka yang dapat berkontribusi terhadap pengembangan jangka panjang sektor protein Indonesia,” ujar Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Patria Sjahrir.
Pandu mengatakan kemitraan strategis ini mencerminkan komitmen dalam membangun kolaborasi dengan mitra global yang sejalan dengan mandat investasi Danantara. Pandu menyampaikan joint venture tersebut dapat menghimpun pembiayaan investasi tambahan hingga 2,5 miliar dolar AS secara bertahap sehingga total modal yang tersedia akan mencapai 5 miliar dolar AS.
"Pembiayaan ini akan digunakan untuk mendanai akuisisi dan investasi greenfield di Indonesia, Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru," ungkap Pandu.
Pandu menjelaskan, investasi tersebut akan memberikan DIM akses kepada ekosistem bisnis di pasar yang telah mapan, serta kepada manajemen yang berpengalaman dengan kemampuan operasional yang telah teruji.
Sepanjang perjalanannya, JBS telah menunjukkan rekam jejak penciptaan nilai (value creation) yang solid melalui pertumbuhan yang konsisten, perluasan pangsa pasar, serta kemampuan beradaptasi di tengah berbagai siklus industri yang berfluktuasi.

2 hours ago
8









































