Danantara Gaspol Bangun Peternakan Ayam demi Sukseskan MBG

2 hours ago 5

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan hilirisasi peternakan unggas terintegrasi menjadi salah satu fokus pemerintah saat ini. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan hilirisasi peternakan unggas terintegrasi menjadi salah satu fokus pemerintah saat ini. Rosan menyebut hilirisasi peternakan unggas di enam daerah merupakan bentuk dukungan BUMN terhadap keberlangsungan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Sebetulnya angka-angka ini datang dari Kementerian Pertanian yang memberikan proyeksi kebutuhan ayam ke depan, termasuk dengan adanya program MBG,” ujar Rosan usai groundbreaking proyek hilirisasi fase I di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Rosan menjelaskan, program MBG ke depan akan memerlukan pasokan daging ayam dan telur. Pasalnya, kebutuhan untuk MBG diperkirakan akan terus meningkat.

“Kebutuhan ayam akan meningkat sangat signifikan karena mulai Agustus atau September, kebutuhan untuk menjalankan program MBG ini akan mencapai lebih dari 82 juta,” ucap Rosan.

Dengan demikian, lanjut dia, permintaan pasokan daging ayam juga akan meningkat secara signifikan. Rosan menyebut hilirisasi peternakan unggas terintegrasi sebagai langkah antisipatif pemerintah dalam memenuhi lonjakan kebutuhan tersebut.

“Kita lihat sekarang, kalau tidak diantisipasi, harga telur dan harga ayam bisa meningkat secara signifikan,” lanjut Rosan.

Proyek hilirisasi peternakan unggas terintegrasi dipimpin oleh holding BUMN pangan ID Food dengan enam lokasi tahap awal, yakni Kabupaten Malang (Jawa Timur), Gorontalo Utara (Gorontalo), Lampung Selatan (Lampung), Bone (Sulawesi Selatan), Paser (Kalimantan Timur), serta Sumbawa (NTB).

Danantara mengucurkan investasi senilai tujuh miliar dolar AS atau setara Rp 118,2 triliun (kurs Rp 16.887 per dolar AS) untuk groundbreaking enam proyek hilirisasi fase I tersebut.

“Semuanya saat ini didanai langsung oleh Danantara. Namun, ke depan kami juga terbuka bagi dunia usaha atau private sector yang ingin berpartisipasi,” kata Rosan.

Read Entire Article
Politics | | | |