ilustrasi Ibu memeluk anak laki-lakinya. Anak yang mengalami tekanan atau stres biasanya muncul perubahan perilaku mulai dari lebih pendam, mulai sering menyalahkan dirinya, mudah marah dan tersinggung.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bagi orang dewasa, masalah seorang anak mungkin terlihat sepele. Nilai ujian yang turun, perselisihan dengan teman sebaya, atau mainan yang rusak sering kali dianggap sebagai hal kecil yang tidak perlu dibesar-besarkan.
Namun, di dunia kecil mereka, masalah-masalah tersebut bisa terasa besar. Sering kali, secara tidak sadar, orang tua atau orang dewasa di sekitar anak melontarkan kalimat seperti, "Ah, begitu saja nangis" atau "Masa masalah kecil begitu kamu tidak bisa?". Kalimat-kalimat yang tampak seperti motivasi atau upaya meredam suasana ini, dinilai justru menyimpan risiko besar bagi perkembangan psikologis anak.
Dokter psikiatri konsultan anak dan remaja dari RS Marzoeki Mahdi Bogor, dr Widi Primaciptadi, Sp.KJ Subsp. AR(K), memberikan pengingat penting bagi para orang tua. Widi mengatakan orang dewasa tidak bisa menyamakan persepsi mereka melihat masalah dengan cara anak menyikapi masalah.
Bisa jadi yang dianggap orang dewasa sebuah masalah ringan, namun pada anak dengan sistem regulasi emosi yang belum matang akan bisa terasa sangat berat dan menghancurkan. Dia mengatakan kesulitan regulasi emosi terhadap masalah bukan pada kejadian apa yang menimpa anak, namun bagaimana mereka memaknai kejadian tersebut yang bisa meningkatkan risiko keinginan mengakhiri nyawa sendiri.
“Masalah teman sebaya, konflik keluarga, tuntutan akademik kadang kala terlihat kecil bagi orang dewasa tapi jika tekanan bertemu dengan sistem regulasi yang belum matang dan identitas diri yang masih berkembang dampaknya bisa menjadi sangat besar,” kata Widi dalam acara webinar yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Widi mengatakan stres pada anak juga muncul tidak secara dramatis namun akumulasi dengan perkembangan yang perlahan. Anak yang mengalami tekanan atau stres biasanya muncul perubahan perilaku mulai dari lebih pendam, mulai sering menyalahkan dirinya, mudah marah dan tersinggung.
sumber : Antara

2 hours ago
5











































