Bukan Indonesia, Ini Negara yang Redakan Konflik AS-Iran

5 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Pernyataan Presiden AS Donald Trump menunda serangan ke fasilitas listrik Iran disebut hasil lobi ekstensif sejumlah negara. Bukan Indonesia yang sempat menawarkan diri jadi juru damai, bukan pula negara-negara Teluk yang jadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat. 

Media AS Axios melaporkan pada Senin, Türki, Pakistan, Mesir, serta Oman yang jadi perantara pesan antara Washington dan Teheran selama dua hari terakhir. Laporan ini menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump yang memerintahkan penghentian rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari. 

Trump mengaitkan penangguhan tersebut dengan “keberhasilan” perundingan dengan Iran, meskipun Iran membantah adanya perundingan. Laporan Axios menyebutkan, menteri luar negeri ketiga negara mengadakan pembicaraan terpisah dengan utusan Gedung Putih Steve Witkoff dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Diskusinya adalah tentang mengakhiri perang dan menyelesaikan semua masalah yang belum terselesaikan. Kami berharap mendapatkan jawaban segera,” kata seorang sumber yang mengetahui rinciannya kepada Axios.

Kantor berita semi-resmi Iran Mehr, mengutip sumber Iran, mengatakan “tidak ada dialog” antara Teheran dan Washington. Sumber tersebut mengatakan komentar Trump adalah bagian dari upayanya “untuk menurunkan harga energi dan mengulur waktu untuk melaksanakan rencana militer.”

Sumber Iran mengakui bahwa negara-negara regional telah mengajukan inisiatif yang bertujuan mengurangi ketegangan. “Kami bukanlah pihak yang memulai perang ini, dan semua tuntutan tersebut harus ditujukan kepada Washington,” tambahnya.

Turki, tetangga Iran dan sekutu NATO Amerika Serikat, sangat berkepentingan untuk meredakan konflik tersebut. Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan telah berulang kali mengumumkan bahwa mereka siap turun tangan untuk menengahi kedua negara, meskipun ia menyatakan kekhawatiran bahwa Israel, yang juga merupakan bagian dari konflik, lebih memilih untuk memperpanjang konflik.

Fidan mengadakan panggilan telepon pada Senin dengan rekan-rekannya dari Mesir dan Norwegia. Sumber Kementerian Luar Negeri mengatakan Fidan, Espen Barth Eide dari Norwegia, dan Badr Abdelatty dari Mesir membahas upaya untuk menghentikan perang.

Diplomat utama Turki juga terlibat dalam diplomasi telepon pada Ahad dengan rekan-rekannya di seluruh dunia, beberapa hari setelah ia bergabung dalam pertemuan diplomat tinggi negara-negara Teluk mengenai konflik tersebut, yang meluas ke seluruh wilayah.

Read Entire Article
Politics | | | |