BSI Explore 2026 Hadir di 38 Desa, Usung 3 Pilar Pemberdayaan Masyarakat

19 hours ago 11

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Pengabdian kepada masyarakat tidak hanya menjadi ruang belajar bagi mahasiswa, tetapi juga sarana untuk memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar. Melalui BSI Explore 2026, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif mengarahkan berbagai program pengabdian mahasiswa pada tiga bidang utama yang dinilai dekat dengan kebutuhan masyarakat desa.

Program yang akan berlangsung selama satu bulan di 38 desa mitra tersebut berfokus pada pilar Pendidikan dan Literasi, Pemberdayaan Sosial dan Ekonomi, serta Pengembangan Potensi Desa. Ketiga pilar tersebut menjadi landasan bagi mahasiswa dalam menyusun dan menjalankan program kerja selama berada di lokasi pengabdian.

Ketua BSI Explore 2026, Ade Suriyadi menjelaskan setiap kegiatan dirancang agar dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Selain itu, program-program yang dijalankan juga disesuaikan dengan kondisi dan potensi yang dimiliki masing-masing desa.

“Fokus program kerja BSI Explore 2026 diarahkan pada tiga pilar utama pengabdian kepada masyarakat, yaitu pendidikan dan literasi, pemberdayaan sosial dan ekonomi, serta pengembangan potensi desa. Ketiga pilar ini menjadi panduan bagi mahasiswa dalam merancang kegiatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” kata Ade, dalam keterangannya, Senin (20/7/2026).

Ade menjelaskan, pada pilar Pendidikan dan Literasi, mahasiswa akan menjalankan berbagai kegiatan yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan formal maupun nonformal. Program yang disiapkan antara lain bimbingan belajar, bantuan tugas sekolah, kelas inspirasi, revitalisasi taman bacaan desa, pelatihan literasi digital dasar, hingga kampanye anti-perundungan dan pendidikan karakter bagi pelajar.

Menurutnya, sektor pendidikan menjadi salah satu fokus penting karena berperan dalam membangun kualitas sumber daya manusia di desa.

“Melalui berbagai kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat membantu meningkatkan akses pembelajaran sekaligus menumbuhkan budaya literasi di masyarakat,” kata Ade.

Sementara itu, pilar Pemberdayaan Sosial dan Ekonomi diarahkan untuk mendorong kemandirian masyarakat, khususnya kelompok pemuda dan pelaku usaha kecil. Berbagai program yang akan dijalankan meliputi pelatihan kewirausahaan, manajemen keuangan dasar untuk UMKM, workshop kerajinan berbasis bahan lokal, hingga pendampingan pembentukan koperasi atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Mahasiswa juga akan terlibat dalam program penguatan kegiatan kepemudaan melalui Karang Taruna serta penyuluhan kesehatan dan Pola Hidup Bersih dan Sehat. Harapannya, masyarakat dapat memperoleh pengetahuan yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas,” ucapnya.

Selain pendidikan dan ekonomi, BSI Explore 2026 juga memberikan perhatian pada pengembangan potensi desa. Pilar ini bertujuan membantu masyarakat mengenali, mengelola, dan mempromosikan berbagai potensi yang dimiliki desa, baik di bidang pariwisata maupun ekonomi kreatif.

“Mahasiswa akan terlibat dalam pemetaan potensi wisata desa, pembuatan konten promosi digital, pelatihan pemandu wisata bagi pemuda setempat, hingga pengembangan produk unggulan desa melalui penguatan identitas merek, kemasan, dan pemasaran digital. Beberapa desa juga akan didorong untuk menyelenggarakan kegiatan budaya yang dapat menarik minat pengunjung,” kata Ade.

Ade berharap, melalui tiga pilar tersebut, BSI Explore 2026 tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, tapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat desa.

“Program ini sekaligus menunjukkan peran perguruan tinggi, terutama UBSI, dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan pengembangan potensi lokal,” kata Ade.

Read Entire Article
Politics | | | |