Bocoran THR Buat ASN dan TNI-Polri dari Menkeu Purbaya

3 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah menyiapkan anggaran Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar Rp55 triliun untuk aparatur sipil negara (ASN), prajurit TNI, dan anggota Polri, dengan target pencairan pada awal Ramadhan 1447 Hijriah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan hal itu usai acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat. “Ada pasti nanti (pencairan THR ASN). Tapi saya tidak tahu tanggal pastinya, yang jelas di awal-awal puasa kita harapkan sudah bisa kita salurkan,” ujarnya.

Tunjangan Hari Raya adalah hak finansial yang diberikan kepada ASN, TNI, Polri, serta pegawai pemerintah non-ASN menjelang hari raya keagamaan utama, terutama Idul Fitri. THR ini berfungsi sebagai tambahan penghasilan untuk membantu biaya kebutuhan keluarga selama libur lebaran, seperti mudik, silaturahmi, dan pengeluaran hari raya lainnya.

Pemberian THR diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (untuk sektor swasta) dan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pemberian THR dan/atau Gaji Ketiga Belas bagi Aparatur Sipil Negara, Prajurit TNI, Anggota Polri, serta Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Aturan ini diperkuat setiap tahun melalui Peraturan Menteri Keuangan atau Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) yang menetapkan besaran, jadwal, dan mekanisme pencairan.

THR hadir untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang hari raya, mendorong perputaran ekonomi domestik, dan mengurangi beban finansial keluarga ASN di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok saat Ramadhan dan Lebaran. Bagi ASN, THR juga menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian sepanjang tahun, sekaligus stimulus konsumsi yang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Belanja pemerintah pada triwulan I 2026 diproyeksikan mencapai Rp809 triliun, termasuk THR Rp55 triliun, percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) Rp62 triliun, rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatera Rp6 triliun, serta paket stimulus Rp13 triliun.

Total injeksi langsung mencapai sekitar Rp136 triliun di luar belanja rutin. Purbaya menegaskan belanja ini dijalankan tepat waktu untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang kuat dari 2025 ke 2026. “Prediksi kita di triwulan pertama, ekonomi kita bisa tumbuh antara 5,5 persen sampai 6 persen,” katanya.

Pertumbuhan tersebut dinilai luar biasa karena berpotensi mengantarkan Indonesia keluar dari jebakan pertumbuhan 5 persen. Konsumsi rumah tangga diprediksi menguat, didorong momentum libur dan cuti bersama Imlek serta Idul Fitri, plus kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang meningkatkan mobilitas dan pengeluaran masyarakat.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |