Arteta Siapkan Rotasi, Arsenal Ingin Bangkit dan Tampil Beda di Piala FA

3 hours ago 6

Para pemain Arsenal (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Mikel Arteta memastikan akan melakukan rotasi pemain saat Arsenal menghadapi Wigan Athletic pada putaran keempat Piala FA, Ahad (15/2/2026). Keputusan ini diambil setelah The Gunners gagal memaksimalkan momentum di Liga Primer Inggris usai ditahan imbang 1-1 oleh Brentford, Jumat (13/2/2026) dini hari WIB.

Hasil tersebut membuat Arsenal gagal menambah jarak menjadi enam poin dari Manchester City di puncak klasemen.

Arteta menilai pergantian kompetisi jadi momen yang pas buat mengatur ulang. Bermain di kandang sendiri juga bisa jadi suntikan energi baru, apalagi Arsenal masih bertarung dalam beberapa ajang sekaligus musim ini.

“Ya, itu yang kami lakukan. Kami ingin semua pemain merasa menjadi bagian penting tim di setiap kompetisi. Hari Ahad juga akan seperti itu,” ujar Arteta kepada wartawan, dikutip Reuters.

Menurutnya, jadwal padat bikin tim harus pintar mengatur tenaga. Main setiap tiga hari sekali jelas bukan hal mudah, jadi rotasi bukan cuma opsi, tapi kebutuhan. Selain menjaga kebugaran, ini juga kesempatan buat pemain pelapis unjuk gigi.

Arsenal sendiri punya sejarah panjang di Piala FA dengan koleksi 14 trofi, terbanyak sepanjang sejarah. Namun, dalam lima musim terakhir mereka selalu kandas lebih cepat dari yang diharapkan. Arteta pun sadar timnya harus tampil lebih nendang kalau tidak mau tersandung lagi.

“Kami harus luar biasa pada hari itu. Di kompetisi seperti ini, kalau tidak tampil maksimal, ya pulang,” tegasnya.

Arteta juga sempat menyinggung keputusannya untuk menarik Eberechi Eze lebih awal saat melawan Brentford. Ia menyebut itu murni taktik, bukan karena performa buruk.

“Tidak mudah pindah ke klub baru. Dia punya momen bagus, tapi memang butuh waktu. Apalagi melawan tim yang permainannya keras dan sering mematahkan tempo,” jelas Arteta.

Dengan rotasi yang dijanjikan dan atmosfer kandang di Emirates, Arsenal jelas ingin bangkit. Laga kontra Wigan bukan sekadar formalitas, tapi momentum buat kembali panas setelah sedikit kehilangan ritme di liga.

Read Entire Article
Politics | | | |