Biogas Berpotensi Dorong Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan di Pedesaan

6 hours ago 8

Pekerja memberi makan sapi di perternakan sapi Kawasan Cikoko, Pancoran, Jakarta, Rabu (13/12/2023). Di perternakan tersebut terpasang instalasi biogas yang berasal dari kotoran sapi yang dapat menjadi solusi penanganan limbah kotoran sapi menjadi energi yang berguna untuk dilingkungan sekitar. Biogas tersebut saat ini mampu menyalakan kompor dan lampu. Saat ini sudah 6 rumah yang merasakan dan memanfaatkan energi biogas tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Indonesia diharapkan terus mengembangkan pemanfaatan biogas sebagai salah satu sumber energi baru terbarukan (EBT) guna mempercepat transisi energi nasional sekaligus mendukung pencapaian target bauran energi terbarukan

Researcher dari Su-re.co (PT Sustainability and Resilience), Fabian Peri Wiropranoto, mengatakan pengembangan biogas akan memberikan manfaat luas dan menciptakan nilai tambah secara lingkungan, ekonomi, dan sosial. Menurut dia, pemanfaatan biogas mampu menghasilkan energi bersih, menciptakan lapangan kerja, serta membuka peluang pengembangan ekonomi lokal termasuk sektor agrowisata.

“Kenapa kita memilih biogas untuk pengembangan energi terbarukan di pedesaan? Karena biogas memiliki banyak manfaat mulai dari kesehatan hingga ekonomi sirkular. Biogas itu mengonversi limbah organik menjadi energi yang bernilai tambah,”ujar dia dalam kegiatan Pentahelix Dialogue: Mainstreaming Renewable Energy yang digelar di Jakarta, Kamis (30/7/2026). 

Fabian menjelaskan, pemanfaatan energi yang dihasilkan dari pengolahan limbah organik tersebut dapat menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat pedesaan. Berdasarkan kajian su-re.co di tiga wilayah yakni Bajawa, Sumba, dan Bali, masyarakat di desa masih bergantung pada kayu bakar sebagai sumber energi utama untuk memasak.

Kondisi tersebut memberikan dampak negatif seperti beban waktu untuk mencari kayu bakar serta risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap. su-re.co mencatat sebanyak 98% rumah tangga di Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami gangguan kesehatan yang berkaitan dengan paparan asap dari aktivitas memasak dengan menggunakan kayu bakar.

“Di pedesaan masih jarang ditemukan energi bersih sehingga menimbulkan banyak masalah terkait kesehatan hingga emisi. Padahal di pedesaan banyak sekali bahan baku biogas berupa limbah pertanian dan peternakan,”kata dia.

Dalam konteks makro ia menilai ia meyakini pemanfaatan biogas akan membantu Indonesia dalam mencapai target bauran energi baru terbarukan pada tahun 2026 ini yang sebesar 17-21% dari total bauran energi nasional.

Read Entire Article
Politics | | | |