REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan harga emas dunia pada penutupan perdagangan Sabtu (7/2/2026) berada di level 4.964 dolar AS per troy ounce, sementara harga logam mulia di pasar domestik tercatat sebesar Rp 2.761.000 per gram. Ibrahim menyebut posisi tersebut menjadi dasar bagi skenario pergerakan harga selanjutnya.
"Apabila harga emas dunia turun rentang support pertamanya itu di 4.831 dolar AS per troy ounce. Kemudian logam mulianya (diperkirakan) di 2.725.000 per gram," ujar Ibrahim di Jakarta, Ahad (8/2/2026).
Jika tekanan jual berlanjut, ucap dia, support kedua diproyeksikan berada di level 4.718 dolar AS per troy ounce, dengan harga logam mulia berpotensi turun hingga Rp 2.620.000 per gram.
Sebaliknya, Ibrahim memprediksi resistance pertama berada di level 5.057 dolar AS per troy ounce yang berpotensi mendorong harga logam mulia ke kisaran Rp 2.800.000 per gram apabila harga emas dunia bergerak naik.
"Apabila naik kembali, resistance kedua yaitu di 5.170 dolar per troy ounce, logam mulianya itu adalah di Rp 2.900.000 per gram," sambung Ibrahim.
Ia menjelaskan sejumlah faktor yang memengaruhi fluktuasi harga emas dunia dan logam mulia. Salah satu faktor utama adalah penundaan rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) untuk Januari, yang semula dijadwalkan Jumat (6/2/2026), namun diundur menjadi Rabu (11/2/2026).
"Data tenaga kerja itu bisa melihat sejauh mana Bank Sentral AS akan menurunkan suku bunga atau mempertahankan suku bunga," ucap dia.
Ibrahim menyebut faktor lain seperti langkah Bank of England dan Bank Sentral Eropa yang masih mempertahankan suku bunga dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi global. Di sisi lain, ucap dia, ketegangan di Timur Tengah sedikit mereda setelah adanya pertemuan antara delegasi AS dan Iran terkait reaktor nuklir, meskipun risiko konflik masih ada.
Ibrahim menyampaikan dinamika geopolitik belum sepenuhnya usai setelah adanya pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khomeini yang memperingatkan akan membalas jika diserang oleh AS atau Israel. Selain itu, ia menyebut pernyataan Presiden AS Donald Trump yang memprediksi perdamaian antara Rusia dan Ukraina akan tercapai pada Mei–Juni. Trump juga mengkritik China terkait dugaan uji coba nuklir, meskipun hal tersebut dibantah oleh Xi Jinping.
"Ini juga sebenarnya intrik-intrik yang kemungkinan ke depannya akan membuat harga emas dunia mengalami kenaikan," lanjut Ibrahim.
Meski terdapat sejumlah faktor yang berpotensi mendorong kenaikan, Ibrahim menjelaskan harga emas masih tertahan. Salah satu penyebabnya adalah pencalonan Kevin Walsh sebagai calon Ketua The Fed yang dipandang pasar cenderung pro terhadap suku bunga tinggi.
"Meski sudah dibantah Trump, kalau seandainya tidak mengikuti keinginan Trump, kemungkinan akan dipecat juga. Tetapi rupanya pasar ini masih cenderung negatif, taking profit terhadap harga emas," sambung Ibrahim.
Di sisi lain, Ibrahim menilai penurunan harga emas masih berpeluang berlanjut lantaran Chicago Mercantile Exchange (CME) belum menurunkan margin jaminan transaksi. Ia menilai kondisi di CME kurang menarik karena margin jaminan per lot yang tinggi dan spread yang melebar.
Ibrahim menyebut margin per lot di CME meningkat dari 500 dolar AS menjadi 1.000 hingga 2.000 dolar AS, sementara spread melebar dari 270 dolar AS menjadi 1.500 dolar AS. Kondisi tersebut menciptakan volatilitas tinggi dan menekan minat transaksi akibat pengurangan call margin yang berdampak negatif serta mendorong kenaikan margin transaksi.
"Jadi kalau melakukan transaksi di pasar derivatif itu adalah call margin 30 persen. Nah biasanya 30 persen itu karena turunnya terlalu dalam kemudian nasabah sampai minus," lanjut Ibrahim.
Ibrahim menambahkan fluktuasi harga emas masih cenderung mengalami pelemahan sambil menunggu meredanya kondisi geopolitik global, perang dagang, serta dinamika internal di AS. Untuk pekan ini, ia memprediksi isu-isu tersebut relatif cukup terkendali.
"Hanya fokus terhadap kebijakan Trump yang memilih Kevin Walsh sebagai Gubernur Bank Sentral AS. Itu yang dijadikan sebagai acuan," kata Ibrahim.

2 hours ago
2














































