Lansia yang terdampak banjir beristirahat di area posko pengungsian bencana di lingkungan Tohpati, Denpasar, Bali, Kamis (11/9/2025). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mendata per Kamis (11/9) sebanyak 562 warga mengungsi dengan rincian 327 warga di Kabupaten Jembrana dan 235 warga di Kota Denpasar serta memanfaatkan fasilitas umum seperti sekolah, balai desa, dan musala sebagai pos pengungsian sementara.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Sosial (Kemensos) terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberikan makan bergizi gratis (MBG) untuk lansia dan penyandang disabilitas. Pada tahap awal, akan ada 400 ribu lansia dan penyandang disabilitas yang menjadi penerima manfaat.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengatakan, saat ini pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan BGN untuk penyaluran MBG kepada lansia dan penyandang disabilitas. Rencananya, terdapat 300 ribu hingga 400 ribu lansia dan penyandang disabilitas yang bakal mendapatkan MBG pada tahap awal yang ditargetkan berjalan tahun ini.
"Kan sudah itu untuk anak-anak sekolah, sudah itu untuk ibu hamil segala macam. Ini nanti yang untuk lansia dan penyandang disabilitas, dilayani oleh SPPG-SPPG terdekat nanti," kata dia kepada Republika, Jumat (6/2/2026).
Menurut dia, saat ini Kemensos masih terus melakukan pendataan terkait sasaran lansia dan penyandang disabilitas yang akan mendapatkan MBG. Pendataan itu dilakukan dengan melibatkan pemerintah daerah.
Gus Ipul menyebutkan, terdapat beberapa kriteria untuk lansia dan penyandang disabilitas yang bakal berikan MBG. Untuk lansia, salah satu kriterianya adalah mereka berusia di atas 75 tahun. Selain itu, lansia yang diprioritaskan adalah mereka yang tinggal seorang diri.
Untuk penyandang disabilitas, prioritas yang bakal mendapatkan MBG adalah mereka yang dalam kategori berat terlebih dahulu. Meski demikian, tidak ada batasan usia untuk penyandang disabilitas.

2 hours ago
2















































