YLKI: Promosi Film Aku Harus Mati Langgar Batas Kepatutan dan Etika

5 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia mengecam promosi iklan film Aku Harus Mati yang dinilai telah melebihi batas kepatutan dan etika. Sekretaris Eksekutif YLKI, Rio Priambodo, menyebut materi promosi tersebut berpotensi mengganggu kondisi psikologis konsumen.

"Konten promosi seperti itu juga bahkan dapat mengancam keselamatan jiwa konsumen setelah menontonnya," kata Rio saat dihubungi Republika, Senin (6/4/2026).

YLKI juga mempertanyakan peran Lembaga Sensor Film (LSF) yang dinilai telah meloloskan film beserta materi promosinya. Rio menilai LSF seharusnya tidak hanya berfokus pada substansi film, tetapi juga mempertimbangkan aspek etika secara menyeluruh.

"Sekali lagi, YLKI meminta ke depan LSF juga memperhatikan sisi etika dalam film, bukan hanya dari substansinya saja," tegas Rio.

Lebih lanjut, dia menilai kejadian ini merupakan akibat dari lemahnya pengawasan kasuistik oleh pemerintah sehingga menimbukkan kegaduhan di ruang publik. YLKI juga mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang telah menurunkan iklan promosi film tersebut.

"Kebijakan itu sangat tepat guna melindungi konsumen, khususnya dari kalangan rentan, dari potensi dampak negatif yang ditimbulkan," kata Rio.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta telah menertibkan sejumlah baliho film horor Aku Harus Mati di wilayah ibu kota. Tiga titik yang telah ditindak berada di Jalan Puri Kembangan, Jalan Daan Mogot Km 11 (Jembatan Gantung), dan Pos Polisi Perempatan Harmoni.

Baliho promosi film Aku Harus Mati juga mendapat kritik dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJl). Ketua Umum PDSKJl, dr Agung Frijanto, menilai visual dan narasi yang ditampilkan berpotensi memicu ketidaknyamanan emosional. 

la menjelaskan bahwa ruang publik diakses oleh berbagai kelompok usia dan latar belakang, termasuk anak dan remaja. Bahkan bagi individu yang memiliki riwayat depresi, materi promosi tersebut bahkan bisa menjadi pemicu untuk bunuh diri.

"Paparan berulang pesan tentang kematian dan keputusasaan tanpa konteks yang tepat dapat meningkatkan distres, kecemasan, dan berpotensi menjadi pemicu bagi mereka yang memiliki riwayat depresi atau ide bunuh diri," kata dr Agung dalam pernyataan tertulis, dikutip Senin (6/4/2026).

Film produksi Rollink Action tersebut menceritakan tentang karakter Mala (Hana Saraswati) yang terperangkap dalam obsesi validasi sosial hingga terlilit utang. Kisah ini menggambarkan bagaimana seseorang rela mengorbankan diri dan jiwanya demi harta serta pengakuan, bahkan sampai terjerat pinjol dan paylater.

Disutradarai Hestu Saputra, film Aku Harus Mati mengangkat isu sosial yang sangat relevan, yaitu jeratan pinjaman online (pinjol) dan gaya hidup hedonis. Film ini tayang di bioskop sejak 2 April 2026.

Read Entire Article
Politics | | | |