Tips Cegah Flu dan Pilek Selama Puasa Ramadhan Menurut Dokter

2 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ramadhan tahun ini bertepatan dengan musim hujan di Indonesia. Perubahan pola makan, tidur, dan cuaca yang dingin serta lembab selama puasa dapat membuat tubuh lebih rentan terpapar flu musiman, pilek, hingga infeksi saluran pernapasan.

Dokter spesialis penyakit dalam, Dr Sherin Hussain, mengingatkan umat Islam untuk lebih memperhatikan daya tahan tubuh selama menjalankan ibadah puasa. Berikut tips mencegah flu dan pilek selama Ramadan seperti dilansir dari Gulf News, Rabu (18/2/2026).

1. Sahur dan iftar dengan makanan sehat

Menurut Dr Hussain, pola makan dengan gizi seimbang saat berbuka puasa dan sahur berperan penting dalam mencegah infeksi. Nutrisi pendukung kekebalan tubuh yang utama meliputi vitamin C, vitamin D, seng, protein yang cukup, dan asam lemak omega-3.

la mengungkapkan bahwa makanan kaya vitamin C seperti buah jeruk, beri, dan paprika membantu memperkuat sistem pertahanan tubuh. Vitamin D, yang diperoleh dari sinar matahari hingga telur, dapat mendukung pengaturan kekebalan tubuh.

Sementara itu, zinc yang banyak ditemukan dalam kacang-kacangan, biji-bijian, dan protein yang cukup dari telur, ikan, daging tanpa lemak, dan kacang-kacangan juga penting dalam menjaga daya tahan tubuh.

Dr Hussain juga menyoroti peran kesehatan usus dalam kekebalan tubuh. "Makanan kaya probiotik seperti yogurt membantu mendukung kekebalan usus," kata dia.

2. Penuhi hidrasi

Dehidrasi dapat melemahkan pertahanan alami tubuh, terutama saat berpuasa dalam waktu lama. Dr Hussain merekomendasikan minum 8 hingga 10 gelas air antara iftar dan sahur. Mengonsumsi makanan yang menghidrasi seperti sup dan buah-buahan dapat lebih mendukung keseimbangan cairan.

"Batasi kafein dan minuman manis karena itu dapat menyebabkan dehidrasi," kata dia.

3. Tidur cukup

Gangguan tidur umum terjadi selama Ramadan, tetapi istirahat yang tidak cukup dapat menekan kekebalan tubuh. "Tidur sangat penting untuk pengaturan kekebalan tubuh. Usahakan tidur tujuh hingga sembilan jam setiap hari, meskipun terbagi antara tidur malam dan tidur siang singkat," kata Dr Hussain.

la juga menganjurkan masyarakat menjaga rutinitas yang konsisten, membatasi paparan layar hingga larut malam, serta mengatur waktu istirahat secara strategis untuk menghindari kurang tidur.

4. Suplemen dan vaksin

Bagi mereka yang mempertimbangkan dukungan tambahan, Dr Hussain mencatat bahwa suplemen tertentu dapat dikonsumsi dengan aman di luar jam puasa. "Vitamin D, vitamin C, seng, dan probiotik dapat dikonsumsi antara waktu berbuka puasa dan sahur," kata dia.

Dr Hussain juga menekankan bahwa vaksin flu tahunan direkomendasikan dan tidak membatalkan puasa. Selain itu, olahraga sedang secara teratur dan manajemen stres dapat lebih memperkuat ketahanan kekebalan tubuh selama bulan suci Ramadan.

Sumber:

Gulf News

Read Entire Article
Politics | | | |