Sustainability Kini Jadi Strategi Bisnis, Korporasi Dituntut Perkuat Daya Saing

3 hours ago 1

loading...

Executive Talkshow Sustainability Is Business: From Urgency to Competitive Advantage yang digelar PPM School of Management, di Jakarta. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Penerapan sustainability atau keberlanjutan semakin bergeser dari sekadar agenda lingkungan dan tanggung jawab sosial menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Integrasi prinsip people, planet, dan profit dinilai semakin menentukan kemampuan korporasi menciptakan nilai sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

"Grand issue negara adalah energi baru terbarukan. Dalam korporasi, perannya adalah menjadikan sustainability sebagai tujuan mereka. Perusahaan beroperasi menuju profit, people, planet," ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung dalam Executive Talkshow "Sustainability Is Business: From Urgency to Competitive Advantage" yang digelar PPM School of Management dikutip pada Minggu (6/9/2026).

Baca Juga: Pemerintah Daerah Didorong Petakan Potensi EBT Jadi Proyek Siap Investasi

Menurut Yuliot, transisi energi dan transformasi industri menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan ekonomi Indonesia. Pemerintah mendorong kebijakan yang mencakup ketahanan energi, hilirisasi sumber daya alam, investasi, pengembangan industri hijau, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.

Dari sisi korporasi, Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Pertamina New & Renewable Energy Harsono Budi menilai penerapan sustainability membutuhkan transformasi dalam pengelolaan perusahaan, termasuk pengalokasian investasi, pengukuran dampak, dan perubahan organisasi. Sustainability, menurut dia, perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses bisnis agar memberikan manfaat ekonomi sekaligus lingkungan.

VP Tatalogam Lestari Group of Companies Nicolas Bagus Setiabudi mengatakan penerapan sustainability dapat memberikan dampak langsung terhadap efisiensi apabila perusahaan melakukan perbaikan secara menyeluruh. Dengan pendekatan tersebut, agenda keberlanjutan tidak semata-mata menjadi biaya tambahan, tetapi dapat membuka ruang penghematan dan meningkatkan kinerja bottom line perusahaan.

Read Entire Article
Politics | | | |